
Kerusakan akibat korosi baja sebagai material Infrastruktur maritim diinvestigasi menggunakan uji simulasi Wet-Dry, kehilangan berat, energy dispersive X-Ray spectroscopy (EDS) dan X-ray diffraction (XRD) dalam media air laut Muara Baru Jakarta, Karangsong dan Eretan, Indramayu. Larutan kontrol digunakan sebagai perbandingan air laut alami yaitu 3,5% NaCl dan 5% NaCl. Hasil penelitian menyatakan bahwa kerusakan merata korosi terjadi pada Baja setelah ekspos. Ketahanan korosi meningkat cepat pada 7 hari pertama kemudian menurun seiring dengan meningkatnya waktu ekspos. Pengaruh nilai konduktivitas, salinitas dan total dissolved solid (TDS) terhadap proses korosi baja hampir sama di setiap waktu ekspos. Penurunan oksigen terlarut meningkatkan laju korosi pada 7 hari pertama, mengindikasikan pembentukan lapisan oksida sebagai penahan laju korosi lebih lanjut. Peran ion klorida yang tinggi, meningkatkan laju korosi setelah 7 hari waktu ekspos, mengganggu terbentuknya lapisan stabil oksida di permukaan logam. Gangguan tersebut menyebabkan laju korosi cenderung akan meningkat kembali. SenyawaγFeO(OH) (Lepidrococite) terbentuk sebagai senyawa utama produk korosi.
Data Jurnal
Judul Jurnal : KOROSI BAJA DI MUARA BARU JAKARTA DAN INDRAMAYU DENGAN SIMULASI PASANG SURUT UJI WET-DRY
Penulis : Gadang Priyotomo, Siska Prifiharni, Lutviasari Nuraini, Sundjono, dan Ibrahim Purawiardi
Penerbit : Pusat Penelitian Metalurgi & Material, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kota Terbit : Tangerang Selatan, Banten
Tahun Terbit : 2019
Link Download Jurnal: KOROSI BAJA DI MUARA BARU JAKARTA DAN INDRAMAYU DENGAN SIMULASI PASANG SURUT UJI WET-DRY