
Belajar Hybrid adalah pilihan yang efektif di situasi seperti sekarang ini. Dengan adanya virus corona sejak 2019 silam sudah banyak merubah kegiatan di berbagai sektor salah satunya di sektor pendidikan. Untuk menekan dan meminimalisir penyebaran virus Covid-19. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbud) menerapkan kebijakan dengan belajar Hybrid di sekolah.
Tetapi dengan adanya kebijakan belajar secara hybrid ini banyak Siswa dan Guru belum begitu terbiasa sehingga pembelajarannya belum begitu optimal. Karena itu mau tidak mau siswa dan guru mereka harus beradaptasi dengan cara belajar ini. Banyak siswa dan guru masih bingung bagaimana cara belajar yang efektif guna tercapainya pembelajaran hybrid yang berkualitas dan optimal nantinya.
Berikut beberapa cara agar sukses menerapkan pembelajaran hybrid untuk siswa dan guru:
1. Live event

2. Self-paced learning

3. Collaboration
4. Assessment

5. Performance support materials

Lima hal tadi merupakan penerapan teori pembelajaran dari Keller, Gagne, Bloom, Merrill, Clark dan Grey. untuk penerapannya, hybrid learning.
BACA JUGA: Siswa Indonesia Siapkah Belajar Hybrid?
Mungkin itu saja yang bisa kang cimol sarankan perlu diingat juga ketika kita akan menerapkan belajar hybrid atau hybrid learning kita harus mematuhi dan menjaga kepatuhan terhadap protokol kesehatan, karena itu semua balik lagi untuk kita agar terciptanya belajar yang aman dan nyaman serta efektif.
