Siswa Indonesia Siapkah Belajar Hybrid? - Serba Tahu 99

Selasa, 10 Agustus 2021

Siswa Indonesia Siapkah Belajar Hybrid?

Sudah hampir tahun tahun pandemi Covid-19 ini masih saja belum usai. Di Indonesia sendiri tercatat sudah 3,69 juta jiwa yang terpapar virus Covid-19 dan sekitar 109 ribu jiwa meninggal dunia (www.covid19.go.id di akses pada 11/08/2021). Dengan adanya peristiwa pandemik Covid-19 ini banyak sektor yang terkena dampaknya termasuk dalam sektor pendidikan.  Pada sistem pendidikan di Indonesia yg dulunya mengandalkan tatap muka, tapi ketika adanya pendemi ini mau tidak mau seluruh siswa harus belajar dari rumah, ini sudah sejak tahun 2020 ketika Covid-19 ini mulai masuk ke Indonesia. Tapi dengan belajar daring atau dalam jaringan banyak pelajar di Indonesia mengeluhkannya karena menurut mereka kurang efektif dan membosankan. maka diperlukan sistem dan kebijakan untuk memperkuat sistem pendidikan di Indonesia agar lebih efektif lagi.    kebijakan kemdikbud Kemdikbud sendiri pada tahun Januari 2021 mengeluarkan kebijakan untuk mengizinkan sekolah kembali menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Kebijakan ini tidak lepas munculnya keluh kesah dari para siswa akibat belajar daring. Tapi dengan kasus di Indonesia yang terus naik hingga sekarang maka akan berisiko jika kebijakan tersebut terus di implementasikan. maka diperlukan sebuah kebijakan yaitu pelajaran hybrid atau hybrid learning.    Hybrid Learning Pembelajaran campuran atau hybrid learning merupakan program pendidikan formal maupun non formal yang memungkinkan siswa belajar melalui konten dan petunjuk yang disampaikan secara daring dengan kendali mandiri terhadap waktu, tempat, urutan, maupun kecepatan belajar. bisa disimpulkan Hybrid learning adalah metode pembelajaran campuran, antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran dalam jaringan (daring).     Menerapkan Hybrid Learning Penerapan hybrid learning sama mirip dengan pembelajaran yang dilakukan selama ini, yaitu dimulai menggunakan persiapan. Persiapan hybrid learning dimulai menggunakan melakukan analisis peserta didik, konteks dan  konten pembelajaran atau perkuliahan. hasil dari analisis ini buat memetakan kompetensi harus dikuasai sang peserta didik melalui tatap muka secara pribadi atau berdikari secara daring. Selanjutnya akibat analisis tersebut dituangkan ke dalam silabus atau planning pembelajaran. pelaksanaan hybrid learning dapat dilaksanakan dengan pembagian peserta pembelajaran dalam satu kelas dibagi menjadi dua shift. buat minggu pertama misal shift A pembelajaran tatap muka shift B pembelajaran secara daring. kebalikannya pada minggu kedua shift A pembelajaran secara daring shift B pembelajaran tatap muka. Pembelajaran tatap muka dilakukan secara pribadi di dalam kelas. Pembelajaran secara daring dilakukan buat memfasilitasi hubungan daring dengan memakai learning management system (LMS), misal Edmodo, Google Classroom, Google Meet, Zoom Meet, Skype, Whatsapp atau media daring lain. Pembelajaran secara daring real time sebaiknya jua disertai tugas mandiri serta terstruktur. evaluasi pembelajaran hybrid learning meliputi evaluasi atau akibat capaian pembelajaran untuk mengukur dominasi kognitif, psikomotorik, dan  afektif. Ujian dapat dilakukan secara tatap muka di sekolah atau dilakukan secara daring.    Kunci Sukses Penerapan Hybrid Learning     Dalam penerapannya, hybrid learning menekankan penerapan Live event, atau diartikan sebagai pembelajaran langsung tatap muka yang dilakukan secara asinkron dalam waktu dan tempat yang sama. Bisa juga waktu yang sama dengan tempat berbeda. Self-paced learning, berarti mengkombinasikannya dengan pembelajaran mandiri yang memungkinkan siswa belajar kapan saja dan dimana saja. Serta harus berkolaborasi antara guru dan siswa, juga kolaborasi antar sesama siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Serta guru harus mampu mengelola kombinasi jenis assessment daring atau luring. Bentuknya bisa berupa tes maupun non tes seperti tugas yang mengasikan. Dan yang terakhir Performance support materials, yaitu agar bahan belajar tersebut dapat dengan mudah diakses oleh siswa, baik secara daring maupun luring.        Jadi secara garis besar Indonesia siap untuk melakukan hybrid learning untuk kedepan dengan cara tersebut diharapkan pelajar indonesia lebih aktif dan semangat lagi untuk belajar nantinya, dan diperlukan juga peran dari siswa guru serta orang tua untuk saling menguatkan dalam mengga protokol kesehatan ketikan menjalankan hybrid learning ini karena sistem pelajaran ini cukup potensial dan efektif ketika padmi ini.

Sudah hampir tahun tahun pandemi Covid-19 ini masih saja belum usai. Di Indonesia sendiri tercatat sudah 3,69 juta jiwa yang terpapar virus Covid-19 dan sekitar 109 ribu jiwa meninggal dunia (www.covid19.go.id di akses pada 11/08/2021). Dengan adanya peristiwa pandemik Covid-19 ini banyak sektor yang terkena dampaknya termasuk dalam sektor pendidikan.

Pada sistem pendidikan di Indonesia yg dulunya mengandalkan tatap muka, tapi ketika adanya pendemi ini mau tidak mau seluruh siswa harus belajar dari rumah, ini sudah sejak tahun 2020 ketika Covid-19 ini mulai masuk ke Indonesia. Tapi dengan belajar daring atau dalam jaringan banyak pelajar di Indonesia mengeluhkannya karena menurut mereka kurang efektif dan membosankan. maka diperlukan sistem dan kebijakan untuk memperkuat sistem pendidikan di Indonesia agar lebih efektif lagi.


kebijakan kemdikbud

Kemdikbud sendiri pada tahun Januari 2021 mengeluarkan kebijakan untuk mengizinkan sekolah kembali menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Kebijakan ini tidak lepas munculnya keluh kesah dari para siswa akibat belajar daring. Tapi dengan kasus di Indonesia yang terus naik hingga sekarang maka akan berisiko jika kebijakan tersebut terus di implementasikan. maka diperlukan sebuah kebijakan yaitu pelajaran hybrid atau hybrid learning.


Hybrid Learning

Pembelajaran campuran atau hybrid learning merupakan program pendidikan formal maupun non formal yang memungkinkan siswa belajar melalui konten dan petunjuk yang disampaikan secara daring dengan kendali mandiri terhadap waktu, tempat, urutan, maupun kecepatan belajar. bisa disimpulkan Hybrid learning adalah metode pembelajaran campuran, antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran dalam jaringan (daring).


BACA JUGA: Cara Sukses Menerapkan Belajar Hybrid Untuk Siswa dan Guru


Menerapkan Hybrid Learning

Penerapan hybrid learning sama mirip dengan pembelajaran yang dilakukan selama ini, yaitu dimulai menggunakan persiapan. Persiapan hybrid learning dimulai menggunakan melakukan analisis peserta didik, konteks dan  konten pembelajaran atau perkuliahan. hasil dari analisis ini buat memetakan kompetensi harus dikuasai sang peserta didik melalui tatap muka secara pribadi atau berdikari secara daring. Selanjutnya akibat analisis tersebut dituangkan ke dalam silabus atau planning pembelajaran. pelaksanaan hybrid learning dapat dilaksanakan dengan pembagian peserta pembelajaran dalam satu kelas dibagi menjadi dua shift. buat minggu pertama misal shift A pembelajaran tatap muka shift B pembelajaran secara daring. kebalikannya pada minggu kedua shift A pembelajaran secara daring shift B pembelajaran tatap muka. Pembelajaran tatap muka dilakukan secara pribadi di dalam kelas. Pembelajaran secara daring dilakukan buat memfasilitasi hubungan daring dengan memakai learning management system (LMS), misal Edmodo, Google Classroom, Google Meet, Zoom Meet, Skype, Whatsapp atau media daring lain. Pembelajaran secara daring real time sebaiknya jua disertai tugas mandiri serta terstruktur. evaluasi pembelajaran hybrid learning meliputi evaluasi atau akibat capaian pembelajaran untuk mengukur dominasi kognitif, psikomotorik, dan  afektif. Ujian dapat dilakukan secara tatap muka di sekolah atau dilakukan secara daring.


Kunci Sukses Penerapan Hybrid Learning

    Dalam penerapannya, hybrid learning menekankan penerapan Live event, atau diartikan sebagai pembelajaran langsung tatap muka yang dilakukan secara asinkron dalam waktu dan tempat yang sama. Bisa juga waktu yang sama dengan tempat berbeda. Self-paced learning, berarti mengkombinasikannya dengan pembelajaran mandiri yang memungkinkan siswa belajar kapan saja dan dimana saja. Serta harus berkolaborasi antara guru dan siswa, juga kolaborasi antar sesama siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Serta guru harus mampu mengelola kombinasi jenis assessment daring atau luring. Bentuknya bisa berupa tes maupun non tes seperti tugas yang mengasikan. Dan yang terakhir Performance support materials, yaitu agar bahan belajar tersebut dapat dengan mudah diakses oleh siswa, baik secara daring maupun luring.


    Jadi secara garis besar Indonesia siap untuk melakukan hybrid learning untuk kedepan dengan cara tersebut diharapkan pelajar indonesia lebih aktif dan semangat lagi untuk belajar nantinya, dan diperlukan juga peran dari siswa guru serta orang tua untuk saling menguatkan dalam mengga protokol kesehatan ketikan menjalankan hybrid learning ini karena sistem pelajaran ini cukup potensial dan efektif ketika padmi ini.

Comments


EmoticonEmoticon