Serba Tahu 99: SMP
Tampilkan postingan dengan label SMP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMP. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Agustus 2021

Cara Sukses Menerapkan Belajar Hybrid Untuk Siswa dan Guru

Belajar Hybrid adalah pilihan yang efektif di situasi seperti sekarang ini. Dengan adanya virus corona sejak 2019 silam sudah banyak merubah kegiatan di berbagai sektor salah satunya di sektor pendidikan. Untuk menekan dan meminimalisir penyebaran virus Covid-19. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbud) menerapkan kebijakan dengan belajar Hybrid di sekolah.   Tetapi dengan adanya kebijakan belajar secara hybrid ini banyak Siswa dan Guru belum begitu terbiasa sehingga pembelajarannya belum begitu optimal. Karena itu mau tidak mau siswa dan guru mereka harus beradaptasi dengan cara belajar ini. Banyak siswa dan guru masih bingung bagaimana cara belajar yang efektif guna tercapainya pembelajaran hybrid yang berkualitas dan optimal nantinya.   Berikut beberapa cara agar sukses menerapkan pembelajaran hybrid untuk siswa dan guru:  1. Live event   Live event diartikan sebagai pembelajaran langsung atau tatap muka yang dilakukan secara sinkronous dalam waktu dan tempat yang sama. ini berguna mengoptimalkan dalam belajar ketika belajar secara langsung atau bertatap muka.  2. Self-paced learning   Self-paced learning adalah pembelajaran dengan cara mengkombinasikannya belajar di sekolah dengan belajaran mandiri yang memungkinkan siswa belajar kapan saja dan dimana saja. Itu membuat siswa akan lebih paham nantinya, hal ini juga harus didampingi dengan guru ketika siswa ada kendala dalam belajar secara mandirinya.  3. Collaboration   Collaboration merupakan kolaborasi antara siswa dan guru, juga kolaborasi antar sesama siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini berguna untuk menciptakan kerja sama dan terbentuknya rasa menyenangkan dalam belajar mengajar.  4. Assessment   yaitu pengajar harus bisa meracik kombinasi jenis assessment daring dan luring. Bentuknya bisa berupa tes juga non tes mirip proyek kelas. Hal ini juga berguna agar siswa bisa belajar mandiri atau belajar berkelompok dengan siswa lain.  5. Performance support materials   Performance support materials ialah untuk memastikan bahan pembelajaran yang disiapkan dalam bentuk digital. Hal tersebut agar bahan belajar tersebut dapat dengan mudah diakses oleh siswa, baik secara daring maupun luring.  Lima hal tadi merupakan penerapan teori pembelajaran dari Keller, Gagne, Bloom, Merrill, Clark dan Grey. untuk penerapannya, hybrid learning.   Mungkin itu saja yang bisa kang cimol sarankan perlu diingat juga ketika kita akan menerapkan belajar hybrid atau hybrid learning kita harus mematuhi dan menjaga ketat terhadap kepatuhan terhadap protokol kesehatan, karena itu semua balik lagi untuk kita agar tercipta belajar yang aman dan nyaman serta efektif

Belajar Hybrid adalah pilihan yang efektif di situasi seperti sekarang ini. Dengan adanya virus corona sejak 2019 silam sudah banyak merubah kegiatan di berbagai sektor salah satunya di sektor pendidikan. Untuk menekan dan meminimalisir penyebaran virus Covid-19. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbud) menerapkan kebijakan dengan belajar Hybrid di sekolah.


Tetapi dengan adanya kebijakan belajar secara hybrid ini banyak Siswa dan Guru belum begitu terbiasa sehingga pembelajarannya belum begitu optimal. Karena itu mau tidak mau siswa dan guru mereka harus beradaptasi dengan cara belajar ini. Banyak siswa dan guru masih bingung bagaimana cara belajar yang efektif guna tercapainya pembelajaran hybrid yang berkualitas dan optimal nantinya.


Berikut beberapa cara agar sukses menerapkan pembelajaran hybrid untuk siswa dan guru:


1. Live event

Belajar Hybrid adalah pilihan yang efektif di situasi seperti sekarang ini. Dengan adanya virus corona sejak 2019 silam sudah banyak merubah kegiatan di berbagai sektor salah satunya di sektor pendidikan. Untuk menekan dan meminimalisir penyebaran virus Covid-19. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbud) menerapkan kebijakan dengan belajar Hybrid di sekolah.   Tetapi dengan adanya kebijakan belajar secara hybrid ini banyak Siswa dan Guru belum begitu terbiasa sehingga pembelajarannya belum begitu optimal. Karena itu mau tidak mau siswa dan guru mereka harus beradaptasi dengan cara belajar ini. Banyak siswa dan guru masih bingung bagaimana cara belajar yang efektif guna tercapainya pembelajaran hybrid yang berkualitas dan optimal nantinya.   Berikut beberapa cara agar sukses menerapkan pembelajaran hybrid untuk siswa dan guru:  1. Live event   Live event diartikan sebagai pembelajaran langsung atau tatap muka yang dilakukan secara sinkronous dalam waktu dan tempat yang sama. ini berguna mengoptimalkan dalam belajar ketika belajar secara langsung atau bertatap muka.  2. Self-paced learning   Self-paced learning adalah pembelajaran dengan cara mengkombinasikannya belajar di sekolah dengan belajaran mandiri yang memungkinkan siswa belajar kapan saja dan dimana saja. Itu membuat siswa akan lebih paham nantinya, hal ini juga harus didampingi dengan guru ketika siswa ada kendala dalam belajar secara mandirinya.  3. Collaboration   Collaboration merupakan kolaborasi antara siswa dan guru, juga kolaborasi antar sesama siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini berguna untuk menciptakan kerja sama dan terbentuknya rasa menyenangkan dalam belajar mengajar.  4. Assessment   yaitu pengajar harus bisa meracik kombinasi jenis assessment daring dan luring. Bentuknya bisa berupa tes juga non tes mirip proyek kelas. Hal ini juga berguna agar siswa bisa belajar mandiri atau belajar berkelompok dengan siswa lain.  5. Performance support materials   Performance support materials ialah untuk memastikan bahan pembelajaran yang disiapkan dalam bentuk digital. Hal tersebut agar bahan belajar tersebut dapat dengan mudah diakses oleh siswa, baik secara daring maupun luring.  Lima hal tadi merupakan penerapan teori pembelajaran dari Keller, Gagne, Bloom, Merrill, Clark dan Grey. untuk penerapannya, hybrid learning.   Mungkin itu saja yang bisa kang cimol sarankan perlu diingat juga ketika kita akan menerapkan belajar hybrid atau hybrid learning kita harus mematuhi dan menjaga ketat terhadap kepatuhan terhadap protokol kesehatan, karena itu semua balik lagi untuk kita agar tercipta belajar yang aman dan nyaman serta efektif

Live event diartikan sebagai pembelajaran langsung atau tatap muka yang dilakukan secara sinkronous dalam waktu dan tempat yang sama. ini berguna mengoptimalkan dalam belajar ketika belajar secara langsung atau bertatap muka.

2. Self-paced learning

Belajar Hybrid adalah pilihan yang efektif di situasi seperti sekarang ini. Dengan adanya virus corona sejak 2019 silam sudah banyak merubah kegiatan di berbagai sektor salah satunya di sektor pendidikan. Untuk menekan dan meminimalisir penyebaran virus Covid-19. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbud) menerapkan kebijakan dengan belajar Hybrid di sekolah.   Tetapi dengan adanya kebijakan belajar secara hybrid ini banyak Siswa dan Guru belum begitu terbiasa sehingga pembelajarannya belum begitu optimal. Karena itu mau tidak mau siswa dan guru mereka harus beradaptasi dengan cara belajar ini. Banyak siswa dan guru masih bingung bagaimana cara belajar yang efektif guna tercapainya pembelajaran hybrid yang berkualitas dan optimal nantinya.   Berikut beberapa cara agar sukses menerapkan pembelajaran hybrid untuk siswa dan guru:  1. Live event   Live event diartikan sebagai pembelajaran langsung atau tatap muka yang dilakukan secara sinkronous dalam waktu dan tempat yang sama. ini berguna mengoptimalkan dalam belajar ketika belajar secara langsung atau bertatap muka.  2. Self-paced learning   Self-paced learning adalah pembelajaran dengan cara mengkombinasikannya belajar di sekolah dengan belajaran mandiri yang memungkinkan siswa belajar kapan saja dan dimana saja. Itu membuat siswa akan lebih paham nantinya, hal ini juga harus didampingi dengan guru ketika siswa ada kendala dalam belajar secara mandirinya.  3. Collaboration   Collaboration merupakan kolaborasi antara siswa dan guru, juga kolaborasi antar sesama siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini berguna untuk menciptakan kerja sama dan terbentuknya rasa menyenangkan dalam belajar mengajar.  4. Assessment   yaitu pengajar harus bisa meracik kombinasi jenis assessment daring dan luring. Bentuknya bisa berupa tes juga non tes mirip proyek kelas. Hal ini juga berguna agar siswa bisa belajar mandiri atau belajar berkelompok dengan siswa lain.  5. Performance support materials   Performance support materials ialah untuk memastikan bahan pembelajaran yang disiapkan dalam bentuk digital. Hal tersebut agar bahan belajar tersebut dapat dengan mudah diakses oleh siswa, baik secara daring maupun luring.  Lima hal tadi merupakan penerapan teori pembelajaran dari Keller, Gagne, Bloom, Merrill, Clark dan Grey. untuk penerapannya, hybrid learning.   Mungkin itu saja yang bisa kang cimol sarankan perlu diingat juga ketika kita akan menerapkan belajar hybrid atau hybrid learning kita harus mematuhi dan menjaga ketat terhadap kepatuhan terhadap protokol kesehatan, karena itu semua balik lagi untuk kita agar tercipta belajar yang aman dan nyaman serta efektif

Self-paced learning adalah pembelajaran dengan cara mengkombinasikannya belajar di sekolah dengan belajaran mandiri yang memungkinkan siswa belajar kapan saja dan dimana saja. Itu membuat siswa akan lebih paham nantinya, hal ini juga harus didampingi dengan guru ketika siswa ada kendala dalam belajar secara mandirinya.

3. Collaboration

Belajar Hybrid adalah pilihan yang efektif di situasi seperti sekarang ini. Dengan adanya virus corona sejak 2019 silam sudah banyak merubah kegiatan di berbagai sektor salah satunya di sektor pendidikan. Untuk menekan dan meminimalisir penyebaran virus Covid-19. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbud) menerapkan kebijakan dengan belajar Hybrid di sekolah.   Tetapi dengan adanya kebijakan belajar secara hybrid ini banyak Siswa dan Guru belum begitu terbiasa sehingga pembelajarannya belum begitu optimal. Karena itu mau tidak mau siswa dan guru mereka harus beradaptasi dengan cara belajar ini. Banyak siswa dan guru masih bingung bagaimana cara belajar yang efektif guna tercapainya pembelajaran hybrid yang berkualitas dan optimal nantinya.   Berikut beberapa cara agar sukses menerapkan pembelajaran hybrid untuk siswa dan guru:  1. Live event   Live event diartikan sebagai pembelajaran langsung atau tatap muka yang dilakukan secara sinkronous dalam waktu dan tempat yang sama. ini berguna mengoptimalkan dalam belajar ketika belajar secara langsung atau bertatap muka.  2. Self-paced learning   Self-paced learning adalah pembelajaran dengan cara mengkombinasikannya belajar di sekolah dengan belajaran mandiri yang memungkinkan siswa belajar kapan saja dan dimana saja. Itu membuat siswa akan lebih paham nantinya, hal ini juga harus didampingi dengan guru ketika siswa ada kendala dalam belajar secara mandirinya.  3. Collaboration   Collaboration merupakan kolaborasi antara siswa dan guru, juga kolaborasi antar sesama siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini berguna untuk menciptakan kerja sama dan terbentuknya rasa menyenangkan dalam belajar mengajar.  4. Assessment   yaitu pengajar harus bisa meracik kombinasi jenis assessment daring dan luring. Bentuknya bisa berupa tes juga non tes mirip proyek kelas. Hal ini juga berguna agar siswa bisa belajar mandiri atau belajar berkelompok dengan siswa lain.  5. Performance support materials   Performance support materials ialah untuk memastikan bahan pembelajaran yang disiapkan dalam bentuk digital. Hal tersebut agar bahan belajar tersebut dapat dengan mudah diakses oleh siswa, baik secara daring maupun luring.  Lima hal tadi merupakan penerapan teori pembelajaran dari Keller, Gagne, Bloom, Merrill, Clark dan Grey. untuk penerapannya, hybrid learning.   Mungkin itu saja yang bisa kang cimol sarankan perlu diingat juga ketika kita akan menerapkan belajar hybrid atau hybrid learning kita harus mematuhi dan menjaga ketat terhadap kepatuhan terhadap protokol kesehatan, karena itu semua balik lagi untuk kita agar tercipta belajar yang aman dan nyaman serta efektif

Collaboration merupakan kolaborasi antara siswa dan guru, juga kolaborasi antar sesama siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini berguna untuk menciptakan kerja sama dan terbentuknya rasa menyenangkan dalam belajar mengajar.

4. Assessment

Belajar Hybrid adalah pilihan yang efektif di situasi seperti sekarang ini. Dengan adanya virus corona sejak 2019 silam sudah banyak merubah kegiatan di berbagai sektor salah satunya di sektor pendidikan. Untuk menekan dan meminimalisir penyebaran virus Covid-19. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbud) menerapkan kebijakan dengan belajar Hybrid di sekolah.   Tetapi dengan adanya kebijakan belajar secara hybrid ini banyak Siswa dan Guru belum begitu terbiasa sehingga pembelajarannya belum begitu optimal. Karena itu mau tidak mau siswa dan guru mereka harus beradaptasi dengan cara belajar ini. Banyak siswa dan guru masih bingung bagaimana cara belajar yang efektif guna tercapainya pembelajaran hybrid yang berkualitas dan optimal nantinya.   Berikut beberapa cara agar sukses menerapkan pembelajaran hybrid untuk siswa dan guru:  1. Live event   Live event diartikan sebagai pembelajaran langsung atau tatap muka yang dilakukan secara sinkronous dalam waktu dan tempat yang sama. ini berguna mengoptimalkan dalam belajar ketika belajar secara langsung atau bertatap muka.  2. Self-paced learning   Self-paced learning adalah pembelajaran dengan cara mengkombinasikannya belajar di sekolah dengan belajaran mandiri yang memungkinkan siswa belajar kapan saja dan dimana saja. Itu membuat siswa akan lebih paham nantinya, hal ini juga harus didampingi dengan guru ketika siswa ada kendala dalam belajar secara mandirinya.  3. Collaboration   Collaboration merupakan kolaborasi antara siswa dan guru, juga kolaborasi antar sesama siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini berguna untuk menciptakan kerja sama dan terbentuknya rasa menyenangkan dalam belajar mengajar.  4. Assessment   yaitu pengajar harus bisa meracik kombinasi jenis assessment daring dan luring. Bentuknya bisa berupa tes juga non tes mirip proyek kelas. Hal ini juga berguna agar siswa bisa belajar mandiri atau belajar berkelompok dengan siswa lain.  5. Performance support materials   Performance support materials ialah untuk memastikan bahan pembelajaran yang disiapkan dalam bentuk digital. Hal tersebut agar bahan belajar tersebut dapat dengan mudah diakses oleh siswa, baik secara daring maupun luring.  Lima hal tadi merupakan penerapan teori pembelajaran dari Keller, Gagne, Bloom, Merrill, Clark dan Grey. untuk penerapannya, hybrid learning.   Mungkin itu saja yang bisa kang cimol sarankan perlu diingat juga ketika kita akan menerapkan belajar hybrid atau hybrid learning kita harus mematuhi dan menjaga ketat terhadap kepatuhan terhadap protokol kesehatan, karena itu semua balik lagi untuk kita agar tercipta belajar yang aman dan nyaman serta efektif

yaitu pengajar harus bisa meracik kombinasi jenis assessment daring dan luring. Bentuknya bisa berupa tes juga non tes mirip proyek kelas. Hal ini juga berguna agar siswa bisa belajar mandiri atau belajar berkelompok dengan siswa lain.

5. Performance support materials

Belajar Hybrid adalah pilihan yang efektif di situasi seperti sekarang ini. Dengan adanya virus corona sejak 2019 silam sudah banyak merubah kegiatan di berbagai sektor salah satunya di sektor pendidikan. Untuk menekan dan meminimalisir penyebaran virus Covid-19. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbud) menerapkan kebijakan dengan belajar Hybrid di sekolah.   Tetapi dengan adanya kebijakan belajar secara hybrid ini banyak Siswa dan Guru belum begitu terbiasa sehingga pembelajarannya belum begitu optimal. Karena itu mau tidak mau siswa dan guru mereka harus beradaptasi dengan cara belajar ini. Banyak siswa dan guru masih bingung bagaimana cara belajar yang efektif guna tercapainya pembelajaran hybrid yang berkualitas dan optimal nantinya.   Berikut beberapa cara agar sukses menerapkan pembelajaran hybrid untuk siswa dan guru:  1. Live event   Live event diartikan sebagai pembelajaran langsung atau tatap muka yang dilakukan secara sinkronous dalam waktu dan tempat yang sama. ini berguna mengoptimalkan dalam belajar ketika belajar secara langsung atau bertatap muka.  2. Self-paced learning   Self-paced learning adalah pembelajaran dengan cara mengkombinasikannya belajar di sekolah dengan belajaran mandiri yang memungkinkan siswa belajar kapan saja dan dimana saja. Itu membuat siswa akan lebih paham nantinya, hal ini juga harus didampingi dengan guru ketika siswa ada kendala dalam belajar secara mandirinya.  3. Collaboration   Collaboration merupakan kolaborasi antara siswa dan guru, juga kolaborasi antar sesama siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini berguna untuk menciptakan kerja sama dan terbentuknya rasa menyenangkan dalam belajar mengajar.  4. Assessment   yaitu pengajar harus bisa meracik kombinasi jenis assessment daring dan luring. Bentuknya bisa berupa tes juga non tes mirip proyek kelas. Hal ini juga berguna agar siswa bisa belajar mandiri atau belajar berkelompok dengan siswa lain.  5. Performance support materials   Performance support materials ialah untuk memastikan bahan pembelajaran yang disiapkan dalam bentuk digital. Hal tersebut agar bahan belajar tersebut dapat dengan mudah diakses oleh siswa, baik secara daring maupun luring.  Lima hal tadi merupakan penerapan teori pembelajaran dari Keller, Gagne, Bloom, Merrill, Clark dan Grey. untuk penerapannya, hybrid learning.   Mungkin itu saja yang bisa kang cimol sarankan perlu diingat juga ketika kita akan menerapkan belajar hybrid atau hybrid learning kita harus mematuhi dan menjaga ketat terhadap kepatuhan terhadap protokol kesehatan, karena itu semua balik lagi untuk kita agar tercipta belajar yang aman dan nyaman serta efektif

Performance support materials ialah untuk memastikan bahan pembelajaran yang disiapkan dalam bentuk digital. Hal tersebut agar bahan belajar tersebut dapat dengan mudah diakses oleh siswa, baik secara daring maupun luring.

Lima hal tadi merupakan penerapan teori pembelajaran dari Keller, Gagne, Bloom, Merrill, Clark dan Grey. untuk penerapannya, hybrid learning.


BACA JUGA: Siswa Indonesia Siapkah Belajar Hybrid?


Mungkin itu saja yang bisa kang cimol sarankan perlu diingat juga ketika kita akan menerapkan belajar hybrid atau hybrid learning kita harus mematuhi dan menjaga kepatuhan terhadap protokol kesehatan, karena itu semua balik lagi untuk kita agar terciptanya belajar yang aman dan nyaman serta efektif.

Selasa, 10 Agustus 2021

Siswa Indonesia Siapkah Belajar Hybrid?

Sudah hampir tahun tahun pandemi Covid-19 ini masih saja belum usai. Di Indonesia sendiri tercatat sudah 3,69 juta jiwa yang terpapar virus Covid-19 dan sekitar 109 ribu jiwa meninggal dunia (www.covid19.go.id di akses pada 11/08/2021). Dengan adanya peristiwa pandemik Covid-19 ini banyak sektor yang terkena dampaknya termasuk dalam sektor pendidikan.  Pada sistem pendidikan di Indonesia yg dulunya mengandalkan tatap muka, tapi ketika adanya pendemi ini mau tidak mau seluruh siswa harus belajar dari rumah, ini sudah sejak tahun 2020 ketika Covid-19 ini mulai masuk ke Indonesia. Tapi dengan belajar daring atau dalam jaringan banyak pelajar di Indonesia mengeluhkannya karena menurut mereka kurang efektif dan membosankan. maka diperlukan sistem dan kebijakan untuk memperkuat sistem pendidikan di Indonesia agar lebih efektif lagi.    kebijakan kemdikbud Kemdikbud sendiri pada tahun Januari 2021 mengeluarkan kebijakan untuk mengizinkan sekolah kembali menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Kebijakan ini tidak lepas munculnya keluh kesah dari para siswa akibat belajar daring. Tapi dengan kasus di Indonesia yang terus naik hingga sekarang maka akan berisiko jika kebijakan tersebut terus di implementasikan. maka diperlukan sebuah kebijakan yaitu pelajaran hybrid atau hybrid learning.    Hybrid Learning Pembelajaran campuran atau hybrid learning merupakan program pendidikan formal maupun non formal yang memungkinkan siswa belajar melalui konten dan petunjuk yang disampaikan secara daring dengan kendali mandiri terhadap waktu, tempat, urutan, maupun kecepatan belajar. bisa disimpulkan Hybrid learning adalah metode pembelajaran campuran, antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran dalam jaringan (daring).     Menerapkan Hybrid Learning Penerapan hybrid learning sama mirip dengan pembelajaran yang dilakukan selama ini, yaitu dimulai menggunakan persiapan. Persiapan hybrid learning dimulai menggunakan melakukan analisis peserta didik, konteks dan  konten pembelajaran atau perkuliahan. hasil dari analisis ini buat memetakan kompetensi harus dikuasai sang peserta didik melalui tatap muka secara pribadi atau berdikari secara daring. Selanjutnya akibat analisis tersebut dituangkan ke dalam silabus atau planning pembelajaran. pelaksanaan hybrid learning dapat dilaksanakan dengan pembagian peserta pembelajaran dalam satu kelas dibagi menjadi dua shift. buat minggu pertama misal shift A pembelajaran tatap muka shift B pembelajaran secara daring. kebalikannya pada minggu kedua shift A pembelajaran secara daring shift B pembelajaran tatap muka. Pembelajaran tatap muka dilakukan secara pribadi di dalam kelas. Pembelajaran secara daring dilakukan buat memfasilitasi hubungan daring dengan memakai learning management system (LMS), misal Edmodo, Google Classroom, Google Meet, Zoom Meet, Skype, Whatsapp atau media daring lain. Pembelajaran secara daring real time sebaiknya jua disertai tugas mandiri serta terstruktur. evaluasi pembelajaran hybrid learning meliputi evaluasi atau akibat capaian pembelajaran untuk mengukur dominasi kognitif, psikomotorik, dan  afektif. Ujian dapat dilakukan secara tatap muka di sekolah atau dilakukan secara daring.    Kunci Sukses Penerapan Hybrid Learning     Dalam penerapannya, hybrid learning menekankan penerapan Live event, atau diartikan sebagai pembelajaran langsung tatap muka yang dilakukan secara asinkron dalam waktu dan tempat yang sama. Bisa juga waktu yang sama dengan tempat berbeda. Self-paced learning, berarti mengkombinasikannya dengan pembelajaran mandiri yang memungkinkan siswa belajar kapan saja dan dimana saja. Serta harus berkolaborasi antara guru dan siswa, juga kolaborasi antar sesama siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Serta guru harus mampu mengelola kombinasi jenis assessment daring atau luring. Bentuknya bisa berupa tes maupun non tes seperti tugas yang mengasikan. Dan yang terakhir Performance support materials, yaitu agar bahan belajar tersebut dapat dengan mudah diakses oleh siswa, baik secara daring maupun luring.        Jadi secara garis besar Indonesia siap untuk melakukan hybrid learning untuk kedepan dengan cara tersebut diharapkan pelajar indonesia lebih aktif dan semangat lagi untuk belajar nantinya, dan diperlukan juga peran dari siswa guru serta orang tua untuk saling menguatkan dalam mengga protokol kesehatan ketikan menjalankan hybrid learning ini karena sistem pelajaran ini cukup potensial dan efektif ketika padmi ini.

Sudah hampir tahun tahun pandemi Covid-19 ini masih saja belum usai. Di Indonesia sendiri tercatat sudah 3,69 juta jiwa yang terpapar virus Covid-19 dan sekitar 109 ribu jiwa meninggal dunia (www.covid19.go.id di akses pada 11/08/2021). Dengan adanya peristiwa pandemik Covid-19 ini banyak sektor yang terkena dampaknya termasuk dalam sektor pendidikan.

Pada sistem pendidikan di Indonesia yg dulunya mengandalkan tatap muka, tapi ketika adanya pendemi ini mau tidak mau seluruh siswa harus belajar dari rumah, ini sudah sejak tahun 2020 ketika Covid-19 ini mulai masuk ke Indonesia. Tapi dengan belajar daring atau dalam jaringan banyak pelajar di Indonesia mengeluhkannya karena menurut mereka kurang efektif dan membosankan. maka diperlukan sistem dan kebijakan untuk memperkuat sistem pendidikan di Indonesia agar lebih efektif lagi.


kebijakan kemdikbud

Kemdikbud sendiri pada tahun Januari 2021 mengeluarkan kebijakan untuk mengizinkan sekolah kembali menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Kebijakan ini tidak lepas munculnya keluh kesah dari para siswa akibat belajar daring. Tapi dengan kasus di Indonesia yang terus naik hingga sekarang maka akan berisiko jika kebijakan tersebut terus di implementasikan. maka diperlukan sebuah kebijakan yaitu pelajaran hybrid atau hybrid learning.


Hybrid Learning

Pembelajaran campuran atau hybrid learning merupakan program pendidikan formal maupun non formal yang memungkinkan siswa belajar melalui konten dan petunjuk yang disampaikan secara daring dengan kendali mandiri terhadap waktu, tempat, urutan, maupun kecepatan belajar. bisa disimpulkan Hybrid learning adalah metode pembelajaran campuran, antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran dalam jaringan (daring).


BACA JUGA: Cara Sukses Menerapkan Belajar Hybrid Untuk Siswa dan Guru


Menerapkan Hybrid Learning

Penerapan hybrid learning sama mirip dengan pembelajaran yang dilakukan selama ini, yaitu dimulai menggunakan persiapan. Persiapan hybrid learning dimulai menggunakan melakukan analisis peserta didik, konteks dan  konten pembelajaran atau perkuliahan. hasil dari analisis ini buat memetakan kompetensi harus dikuasai sang peserta didik melalui tatap muka secara pribadi atau berdikari secara daring. Selanjutnya akibat analisis tersebut dituangkan ke dalam silabus atau planning pembelajaran. pelaksanaan hybrid learning dapat dilaksanakan dengan pembagian peserta pembelajaran dalam satu kelas dibagi menjadi dua shift. buat minggu pertama misal shift A pembelajaran tatap muka shift B pembelajaran secara daring. kebalikannya pada minggu kedua shift A pembelajaran secara daring shift B pembelajaran tatap muka. Pembelajaran tatap muka dilakukan secara pribadi di dalam kelas. Pembelajaran secara daring dilakukan buat memfasilitasi hubungan daring dengan memakai learning management system (LMS), misal Edmodo, Google Classroom, Google Meet, Zoom Meet, Skype, Whatsapp atau media daring lain. Pembelajaran secara daring real time sebaiknya jua disertai tugas mandiri serta terstruktur. evaluasi pembelajaran hybrid learning meliputi evaluasi atau akibat capaian pembelajaran untuk mengukur dominasi kognitif, psikomotorik, dan  afektif. Ujian dapat dilakukan secara tatap muka di sekolah atau dilakukan secara daring.


Kunci Sukses Penerapan Hybrid Learning

    Dalam penerapannya, hybrid learning menekankan penerapan Live event, atau diartikan sebagai pembelajaran langsung tatap muka yang dilakukan secara asinkron dalam waktu dan tempat yang sama. Bisa juga waktu yang sama dengan tempat berbeda. Self-paced learning, berarti mengkombinasikannya dengan pembelajaran mandiri yang memungkinkan siswa belajar kapan saja dan dimana saja. Serta harus berkolaborasi antara guru dan siswa, juga kolaborasi antar sesama siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Serta guru harus mampu mengelola kombinasi jenis assessment daring atau luring. Bentuknya bisa berupa tes maupun non tes seperti tugas yang mengasikan. Dan yang terakhir Performance support materials, yaitu agar bahan belajar tersebut dapat dengan mudah diakses oleh siswa, baik secara daring maupun luring.


    Jadi secara garis besar Indonesia siap untuk melakukan hybrid learning untuk kedepan dengan cara tersebut diharapkan pelajar indonesia lebih aktif dan semangat lagi untuk belajar nantinya, dan diperlukan juga peran dari siswa guru serta orang tua untuk saling menguatkan dalam mengga protokol kesehatan ketikan menjalankan hybrid learning ini karena sistem pelajaran ini cukup potensial dan efektif ketika padmi ini.