Serba Tahu 99: Kehidupan
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 November 2021

5 Pekerjaan yang akan tergantikan di masa depan

Di dunia yang serba cepat dan dinamis ini kemajuan teknologi dan teknologi informasi meningkat pesat dari waktu ke waktu. Di era Revolusi Industri 4.0, kita semua perlu bekerja secara efektif dan efisien guna mempermudah kehidupan kita. Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan teknologi memberikan dampak yang cukup besar bagi kehidupan manusia. Kenyamanan yang diberikan teknologi membuatnya lebih mudah daripada sebelumnya ketika tidak menggunakan teknologi.  Terlepas dari banyak kemudahan yang ditawarkan  teknologi, seperti otomatisasi dan kecerdasan buatan,  perkembangan teknologi di atas juga membawa dampak negatif bagi manusia. Hal ini karena beberapa bidang pekerjaan dapat tergantikan karena hadirnya teknologi. Mungkin akan ada beberapa profesi yang akan diambil alih dan digantikan oleh keberadaan teknologi. Berikut adalah 5 Pekerjaan yang akan tergantikan dengan adanya teknologi di masa depan:  1. Kasir   Anda pernah melihat sistem pembayaran self check out stations di beberapa mall,  hal ini  tidak jarang terjadi. Seseorang masih bertanggung jawab, tetapi tidak ada kasir. Dengan beberapa teknologi canggih, Kasir AI  dapat bekerja  24 jam sehari, 7 hari tanpa  kehidupan pribadi yang dramatis atau mengeluh kelelahan di lingkungan kerja. Robot dan teknologi diperkirakan akan menggantikan 67,5 juta pekerja ritel dalam dekade berikutnya. Ini adalah hasil survei yang dilakukan oleh penyedia jasa keuangan Cornerstone Capital Group.    Jumlah ini mengancam setidaknya 38 juta, atau 16 juta. Sebagai hasil dari otomatisasi ini, persentase kehilangan pekerjaan  bisa lebih tinggi di ritel daripada di manufaktur. Proses otomatis di toko ritel mempengaruhi proses pembayaran otomatis atas nama kasir.  Fakta:  Pada tahun 2016, sekitar 3.541.010 orang dipekerjakan sebagai kasir. Tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan Kasir untuk  2024 adalah 2%.  2. Supir   Selanjutnya kemungkinan pekerjaan yang akan tergantikan oleh mesin adalah supir seperti supir taksi, bus, truk bahkan pilot pesawat bisa terancam dan tergantikan oleh teknologi. Mobil self-driving akan mengambil alih  pengemudi dan Anda dapat terus bekerja bahkan jika Anda sedang istirahat. Sudah banyak teknologi kendaraan yang bisa melaju secara otomatis.  Jadi tidak perlu menunggu puluhan tahun untuk menunggu tergantikan karena sudah banyak perusahaan mobil dunia mengeluarkan teknologi automatic drive. Saat ini, hampir setiap pembuat mobil bersaing untuk mendapatkan teknik listrik yang dapat mengemudi sendiri. Mengemudi di masa depan tampaknya akan jauh lebih mudah.  3. Pengantar surat/Paket   Pekerja pengantar surat atau pengantar pos Jumlahnya semakin menurun dari hari ke hari karena beberapa alasan. Perusahaan swasta seperti JNE, TIKI, Gosend, Grabdeliver, Wahana, UPS dan FedEx ambil bagian dalam pekerjaan operator surat. Namun yang terpenting adalah perkembangan teknologi.    Anda dapat menerima dokumen, data, dan balasan melalui email  tanpa harus menunggu pengirim surat tiba, sehingga tidak memerlukan komunikasi fisik. Dari segi efisiensi dan efektifitas, hal ini sangat berguna bagi masyarakat dalam hal pekerjaan dan hal-hal yang membutuhkan dokumen dan informasi secara cepat. Sementara itu, operator surat tidak bisa melakukan itu.    Fakta:  Sekitar 676.990 orang dipekerjakan di posisi ini pada tahun 2016  Tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan untuk posisi ini adalah 2% pada tahun 2024  4. Pustakawan   Harga ebook yang cenderung jauh lebih murah dari buku  fisik menjadi ancaman bagi para pekerja ini. Selain itu, karena Anda hanya perlu membuka ebook di ponsel cerdas, Anda akan merasa nyaman tanpa pergi ke perpustakaan atau toko buku. Serta di beberapa perusahaan mempekerjakan pustakawan dianggap boros dan berulang. Serta lebih menguntukan robot dalam mempekerjakannya.    Fakta: Sekitar 129.350  dipekerjakan sebagai pustakawan pada  2016. Tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan untuk pustakawan pada  2024 adalah 2%.  5. Tukang Parkir Dan yang terakhir adalah Tukang Parkir yang kemungkinan di masa depan akan tergantikan. Tukang parkir atau juru parkir sering ditemukan di beberapa  toko dan minimarket. Namun karena pemerintah mewajibkan parkir gratis, petugas parkir hanya tersedia di lokasi tertentu. Sementara itu, tempat parkir semakin banyak digunakan di berbagai kota menggunakan parkir otomatis sehingga para perparkiran kemungkinan besar di masa depan tergantikan oleh robot otomatis.  Fakta: Sekitar 146.350 orang dipekerjakan sebagai penjaga parkir pada tahun  2016. Tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan untuk penjaga parkir pada tahun  2024 adalah 4%.  Gimana nih menurut sobat serba tahu kira-kira ada yang lain ga ya, yang kemungkinan pekerjaan di masa depan akan tergantikan terkhusu oleh mesin/robot?

Di dunia yang serba cepat dan dinamis ini kemajuan teknologi dan teknologi informasi meningkat pesat dari waktu ke waktu. Di era Revolusi Industri 4.0, kita semua perlu bekerja secara efektif dan efisien guna mempermudah kehidupan kita. Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan teknologi memberikan dampak yang cukup besar bagi kehidupan manusia. Kenyamanan yang diberikan teknologi membuatnya lebih mudah daripada sebelumnya ketika tidak menggunakan teknologi.

Terlepas dari banyak kemudahan yang ditawarkan  teknologi, seperti otomatisasi dan kecerdasan buatan,  perkembangan teknologi di atas juga membawa dampak negatif bagi manusia. Hal ini karena beberapa bidang pekerjaan dapat tergantikan karena hadirnya teknologi. Mungkin akan ada beberapa profesi yang akan diambil alih dan digantikan oleh keberadaan teknologi. Berikut adalah 5 Pekerjaan yang akan tergantikan dengan adanya teknologi di masa depan:

1. Kasir

Anda pernah melihat sistem pembayaran self check out stations di beberapa mall,  hal ini  tidak jarang terjadi. Seseorang masih bertanggung jawab, tetapi tidak ada kasir. Dengan beberapa teknologi canggih, Kasir AI  dapat bekerja  24 jam sehari, 7 hari tanpa  kehidupan pribadi yang dramatis atau mengeluh kelelahan di lingkungan kerja. Robot dan teknologi diperkirakan akan menggantikan 67,5 juta pekerja ritel dalam dekade berikutnya. Ini adalah hasil survei yang dilakukan oleh penyedia jasa keuangan Cornerstone Capital Group.    Jumlah ini mengancam setidaknya 38 juta, atau 16 juta. Sebagai hasil dari otomatisasi ini, persentase kehilangan pekerjaan  bisa lebih tinggi di ritel daripada di manufaktur. Proses otomatis di toko ritel mempengaruhi proses pembayaran otomatis atas nama kasir.  Fakta:  Pada tahun 2016, sekitar 3.541.010 orang dipekerjakan sebagai kasir. Tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan Kasir untuk  2024 adalah 2%.

Anda pernah melihat sistem pembayaran self check out stations di beberapa mall,  hal ini  tidak jarang terjadi. Seseorang masih bertanggung jawab, tetapi tidak ada kasir. Dengan beberapa teknologi canggih, Kasir AI  dapat bekerja  24 jam sehari, 7 hari tanpa  kehidupan pribadi yang dramatis atau mengeluh kelelahan di lingkungan kerja. Robot dan teknologi diperkirakan akan menggantikan 67,5 juta pekerja ritel dalam dekade berikutnya. Ini adalah hasil survei yang dilakukan oleh penyedia jasa keuangan Cornerstone Capital Group.


Jumlah ini mengancam setidaknya 38 juta, atau 16 juta. Sebagai hasil dari otomatisasi ini, persentase kehilangan pekerjaan  bisa lebih tinggi di ritel daripada di manufaktur. Proses otomatis di toko ritel mempengaruhi proses pembayaran otomatis atas nama kasir.

Fakta:

  • Pada tahun 2016, sekitar 3.541.010 orang dipekerjakan sebagai kasir. Tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan Kasir untuk  2024 adalah 2%.

2. Supir

Selanjutnya kemungkinan pekerjaan yang akan tergantikan oleh mesin adalah supir seperti supir taksi, bus, truk bahkan pilot pesawat bisa terancam dan tergantikan oleh teknologi. Mobil self-driving akan mengambil alih  pengemudi dan Anda dapat terus bekerja bahkan jika Anda sedang istirahat. Sudah banyak teknologi kendaraan yang bisa melaju secara otomatis.  Jadi tidak perlu menunggu puluhan tahun untuk menunggu tergantikan karena sudah banyak perusahaan mobil dunia mengeluarkan teknologi automatic drive. Saat ini, hampir setiap pembuat mobil bersaing untuk mendapatkan teknik listrik yang dapat mengemudi sendiri. Mengemudi di masa depan tampaknya akan jauh lebih mudah.

Selanjutnya kemungkinan pekerjaan yang akan tergantikan oleh mesin adalah supir seperti supir taksi, bus, truk bahkan pilot pesawat bisa terancam dan tergantikan oleh teknologi. Mobil self-driving akan mengambil alih  pengemudi dan Anda dapat terus bekerja bahkan jika Anda sedang istirahat. Sudah banyak teknologi kendaraan yang bisa melaju secara otomatis.

Jadi tidak perlu menunggu puluhan tahun untuk menunggu tergantikan karena sudah banyak perusahaan mobil dunia mengeluarkan teknologi automatic drive. Saat ini, hampir setiap pembuat mobil bersaing untuk mendapatkan teknik listrik yang dapat mengemudi sendiri. Mengemudi di masa depan tampaknya akan jauh lebih mudah.

3. Pengantar surat/Paket

Pekerja pengantar surat atau pengantar pos Jumlahnya semakin menurun dari hari ke hari karena beberapa alasan. Perusahaan swasta seperti JNE, TIKI, Gosend, Grabdeliver, Wahana, UPS dan FedEx ambil bagian dalam pekerjaan operator surat. Namun yang terpenting adalah perkembangan teknologi.    Anda dapat menerima dokumen, data, dan balasan melalui email  tanpa harus menunggu pengirim surat tiba, sehingga tidak memerlukan komunikasi fisik. Dari segi efisiensi dan efektifitas, hal ini sangat berguna bagi masyarakat dalam hal pekerjaan dan hal-hal yang membutuhkan dokumen dan informasi secara cepat. Sementara itu, operator surat tidak bisa melakukan itu.    Fakta:  Sekitar 676.990 orang dipekerjakan di posisi ini pada tahun 2016  Tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan untuk posisi ini adalah 2% pada tahun 2024

Pekerja pengantar surat atau pengantar pos Jumlahnya semakin menurun dari hari ke hari karena beberapa alasan. Perusahaan swasta seperti JNE, TIKI, Gosend, Grabdeliver, Wahana, UPS dan FedEx ambil bagian dalam pekerjaan operator surat. Namun yang terpenting adalah perkembangan teknologi.


Anda dapat menerima dokumen, data, dan balasan melalui email  tanpa harus menunggu pengirim surat tiba, sehingga tidak memerlukan komunikasi fisik. Dari segi efisiensi dan efektifitas, hal ini sangat berguna bagi masyarakat dalam hal pekerjaan dan hal-hal yang membutuhkan dokumen dan informasi secara cepat. Sementara itu, operator surat tidak bisa melakukan itu.


Fakta:

  • Sekitar 676.990 orang dipekerjakan di posisi ini pada tahun 2016

  • Tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan untuk posisi ini adalah 2% pada tahun 2024

4. Pustakawan

Harga ebook yang cenderung jauh lebih murah dari buku  fisik menjadi ancaman bagi para pekerja ini. Selain itu, karena Anda hanya perlu membuka ebook di ponsel cerdas, Anda akan merasa nyaman tanpa pergi ke perpustakaan atau toko buku. Serta di beberapa perusahaan mempekerjakan pustakawan dianggap boros dan berulang. Serta lebih menguntukan robot dalam mempekerjakannya.    Fakta: Sekitar 129.350  dipekerjakan sebagai pustakawan pada  2016. Tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan untuk pustakawan pada  2024 adalah 2%.

Harga ebook yang cenderung jauh lebih murah dari buku  fisik menjadi ancaman bagi para pekerja ini. Selain itu, karena Anda hanya perlu membuka ebook di ponsel cerdas, Anda akan merasa nyaman tanpa pergi ke perpustakaan atau toko buku. Serta di beberapa perusahaan mempekerjakan pustakawan dianggap boros dan berulang. Serta lebih menguntukan robot dalam mempekerjakannya.


Fakta: Sekitar 129.350  dipekerjakan sebagai pustakawan pada

  • 2016. Tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan untuk pustakawan pada

  • 2024 adalah 2%.

5. Tukang Parkir

Dan yang terakhir adalah Tukang Parkir yang kemungkinan di masa depan akan tergantikan. Tukang parkir atau juru parkir sering ditemukan di beberapa  toko dan minimarket. Namun karena pemerintah mewajibkan parkir gratis, petugas parkir hanya tersedia di lokasi tertentu. Sementara itu, tempat parkir semakin banyak digunakan di berbagai kota menggunakan parkir otomatis sehingga para perparkiran kemungkinan besar di masa depan tergantikan oleh robot otomatis.

Fakta: Sekitar 146.350 orang dipekerjakan sebagai penjaga parkir pada tahun

  • 2016. Tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan untuk penjaga parkir pada tahun

  • 2024 adalah 4%.

Gimana nih menurut sobat serba tahu kira-kira ada yang lain ga ya, yang kemungkinan pekerjaan di masa depan akan tergantikan terkhusu oleh mesin/robot?

Kamis, 26 Agustus 2021

Cara Sukses Menerapkan Belajar Hybrid Untuk Siswa dan Guru

Belajar Hybrid adalah pilihan yang efektif di situasi seperti sekarang ini. Dengan adanya virus corona sejak 2019 silam sudah banyak merubah kegiatan di berbagai sektor salah satunya di sektor pendidikan. Untuk menekan dan meminimalisir penyebaran virus Covid-19. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbud) menerapkan kebijakan dengan belajar Hybrid di sekolah.   Tetapi dengan adanya kebijakan belajar secara hybrid ini banyak Siswa dan Guru belum begitu terbiasa sehingga pembelajarannya belum begitu optimal. Karena itu mau tidak mau siswa dan guru mereka harus beradaptasi dengan cara belajar ini. Banyak siswa dan guru masih bingung bagaimana cara belajar yang efektif guna tercapainya pembelajaran hybrid yang berkualitas dan optimal nantinya.   Berikut beberapa cara agar sukses menerapkan pembelajaran hybrid untuk siswa dan guru:  1. Live event   Live event diartikan sebagai pembelajaran langsung atau tatap muka yang dilakukan secara sinkronous dalam waktu dan tempat yang sama. ini berguna mengoptimalkan dalam belajar ketika belajar secara langsung atau bertatap muka.  2. Self-paced learning   Self-paced learning adalah pembelajaran dengan cara mengkombinasikannya belajar di sekolah dengan belajaran mandiri yang memungkinkan siswa belajar kapan saja dan dimana saja. Itu membuat siswa akan lebih paham nantinya, hal ini juga harus didampingi dengan guru ketika siswa ada kendala dalam belajar secara mandirinya.  3. Collaboration   Collaboration merupakan kolaborasi antara siswa dan guru, juga kolaborasi antar sesama siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini berguna untuk menciptakan kerja sama dan terbentuknya rasa menyenangkan dalam belajar mengajar.  4. Assessment   yaitu pengajar harus bisa meracik kombinasi jenis assessment daring dan luring. Bentuknya bisa berupa tes juga non tes mirip proyek kelas. Hal ini juga berguna agar siswa bisa belajar mandiri atau belajar berkelompok dengan siswa lain.  5. Performance support materials   Performance support materials ialah untuk memastikan bahan pembelajaran yang disiapkan dalam bentuk digital. Hal tersebut agar bahan belajar tersebut dapat dengan mudah diakses oleh siswa, baik secara daring maupun luring.  Lima hal tadi merupakan penerapan teori pembelajaran dari Keller, Gagne, Bloom, Merrill, Clark dan Grey. untuk penerapannya, hybrid learning.   Mungkin itu saja yang bisa kang cimol sarankan perlu diingat juga ketika kita akan menerapkan belajar hybrid atau hybrid learning kita harus mematuhi dan menjaga ketat terhadap kepatuhan terhadap protokol kesehatan, karena itu semua balik lagi untuk kita agar tercipta belajar yang aman dan nyaman serta efektif

Belajar Hybrid adalah pilihan yang efektif di situasi seperti sekarang ini. Dengan adanya virus corona sejak 2019 silam sudah banyak merubah kegiatan di berbagai sektor salah satunya di sektor pendidikan. Untuk menekan dan meminimalisir penyebaran virus Covid-19. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbud) menerapkan kebijakan dengan belajar Hybrid di sekolah.


Tetapi dengan adanya kebijakan belajar secara hybrid ini banyak Siswa dan Guru belum begitu terbiasa sehingga pembelajarannya belum begitu optimal. Karena itu mau tidak mau siswa dan guru mereka harus beradaptasi dengan cara belajar ini. Banyak siswa dan guru masih bingung bagaimana cara belajar yang efektif guna tercapainya pembelajaran hybrid yang berkualitas dan optimal nantinya.


Berikut beberapa cara agar sukses menerapkan pembelajaran hybrid untuk siswa dan guru:


1. Live event

Belajar Hybrid adalah pilihan yang efektif di situasi seperti sekarang ini. Dengan adanya virus corona sejak 2019 silam sudah banyak merubah kegiatan di berbagai sektor salah satunya di sektor pendidikan. Untuk menekan dan meminimalisir penyebaran virus Covid-19. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbud) menerapkan kebijakan dengan belajar Hybrid di sekolah.   Tetapi dengan adanya kebijakan belajar secara hybrid ini banyak Siswa dan Guru belum begitu terbiasa sehingga pembelajarannya belum begitu optimal. Karena itu mau tidak mau siswa dan guru mereka harus beradaptasi dengan cara belajar ini. Banyak siswa dan guru masih bingung bagaimana cara belajar yang efektif guna tercapainya pembelajaran hybrid yang berkualitas dan optimal nantinya.   Berikut beberapa cara agar sukses menerapkan pembelajaran hybrid untuk siswa dan guru:  1. Live event   Live event diartikan sebagai pembelajaran langsung atau tatap muka yang dilakukan secara sinkronous dalam waktu dan tempat yang sama. ini berguna mengoptimalkan dalam belajar ketika belajar secara langsung atau bertatap muka.  2. Self-paced learning   Self-paced learning adalah pembelajaran dengan cara mengkombinasikannya belajar di sekolah dengan belajaran mandiri yang memungkinkan siswa belajar kapan saja dan dimana saja. Itu membuat siswa akan lebih paham nantinya, hal ini juga harus didampingi dengan guru ketika siswa ada kendala dalam belajar secara mandirinya.  3. Collaboration   Collaboration merupakan kolaborasi antara siswa dan guru, juga kolaborasi antar sesama siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini berguna untuk menciptakan kerja sama dan terbentuknya rasa menyenangkan dalam belajar mengajar.  4. Assessment   yaitu pengajar harus bisa meracik kombinasi jenis assessment daring dan luring. Bentuknya bisa berupa tes juga non tes mirip proyek kelas. Hal ini juga berguna agar siswa bisa belajar mandiri atau belajar berkelompok dengan siswa lain.  5. Performance support materials   Performance support materials ialah untuk memastikan bahan pembelajaran yang disiapkan dalam bentuk digital. Hal tersebut agar bahan belajar tersebut dapat dengan mudah diakses oleh siswa, baik secara daring maupun luring.  Lima hal tadi merupakan penerapan teori pembelajaran dari Keller, Gagne, Bloom, Merrill, Clark dan Grey. untuk penerapannya, hybrid learning.   Mungkin itu saja yang bisa kang cimol sarankan perlu diingat juga ketika kita akan menerapkan belajar hybrid atau hybrid learning kita harus mematuhi dan menjaga ketat terhadap kepatuhan terhadap protokol kesehatan, karena itu semua balik lagi untuk kita agar tercipta belajar yang aman dan nyaman serta efektif

Live event diartikan sebagai pembelajaran langsung atau tatap muka yang dilakukan secara sinkronous dalam waktu dan tempat yang sama. ini berguna mengoptimalkan dalam belajar ketika belajar secara langsung atau bertatap muka.

2. Self-paced learning

Belajar Hybrid adalah pilihan yang efektif di situasi seperti sekarang ini. Dengan adanya virus corona sejak 2019 silam sudah banyak merubah kegiatan di berbagai sektor salah satunya di sektor pendidikan. Untuk menekan dan meminimalisir penyebaran virus Covid-19. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbud) menerapkan kebijakan dengan belajar Hybrid di sekolah.   Tetapi dengan adanya kebijakan belajar secara hybrid ini banyak Siswa dan Guru belum begitu terbiasa sehingga pembelajarannya belum begitu optimal. Karena itu mau tidak mau siswa dan guru mereka harus beradaptasi dengan cara belajar ini. Banyak siswa dan guru masih bingung bagaimana cara belajar yang efektif guna tercapainya pembelajaran hybrid yang berkualitas dan optimal nantinya.   Berikut beberapa cara agar sukses menerapkan pembelajaran hybrid untuk siswa dan guru:  1. Live event   Live event diartikan sebagai pembelajaran langsung atau tatap muka yang dilakukan secara sinkronous dalam waktu dan tempat yang sama. ini berguna mengoptimalkan dalam belajar ketika belajar secara langsung atau bertatap muka.  2. Self-paced learning   Self-paced learning adalah pembelajaran dengan cara mengkombinasikannya belajar di sekolah dengan belajaran mandiri yang memungkinkan siswa belajar kapan saja dan dimana saja. Itu membuat siswa akan lebih paham nantinya, hal ini juga harus didampingi dengan guru ketika siswa ada kendala dalam belajar secara mandirinya.  3. Collaboration   Collaboration merupakan kolaborasi antara siswa dan guru, juga kolaborasi antar sesama siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini berguna untuk menciptakan kerja sama dan terbentuknya rasa menyenangkan dalam belajar mengajar.  4. Assessment   yaitu pengajar harus bisa meracik kombinasi jenis assessment daring dan luring. Bentuknya bisa berupa tes juga non tes mirip proyek kelas. Hal ini juga berguna agar siswa bisa belajar mandiri atau belajar berkelompok dengan siswa lain.  5. Performance support materials   Performance support materials ialah untuk memastikan bahan pembelajaran yang disiapkan dalam bentuk digital. Hal tersebut agar bahan belajar tersebut dapat dengan mudah diakses oleh siswa, baik secara daring maupun luring.  Lima hal tadi merupakan penerapan teori pembelajaran dari Keller, Gagne, Bloom, Merrill, Clark dan Grey. untuk penerapannya, hybrid learning.   Mungkin itu saja yang bisa kang cimol sarankan perlu diingat juga ketika kita akan menerapkan belajar hybrid atau hybrid learning kita harus mematuhi dan menjaga ketat terhadap kepatuhan terhadap protokol kesehatan, karena itu semua balik lagi untuk kita agar tercipta belajar yang aman dan nyaman serta efektif

Self-paced learning adalah pembelajaran dengan cara mengkombinasikannya belajar di sekolah dengan belajaran mandiri yang memungkinkan siswa belajar kapan saja dan dimana saja. Itu membuat siswa akan lebih paham nantinya, hal ini juga harus didampingi dengan guru ketika siswa ada kendala dalam belajar secara mandirinya.

3. Collaboration

Belajar Hybrid adalah pilihan yang efektif di situasi seperti sekarang ini. Dengan adanya virus corona sejak 2019 silam sudah banyak merubah kegiatan di berbagai sektor salah satunya di sektor pendidikan. Untuk menekan dan meminimalisir penyebaran virus Covid-19. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbud) menerapkan kebijakan dengan belajar Hybrid di sekolah.   Tetapi dengan adanya kebijakan belajar secara hybrid ini banyak Siswa dan Guru belum begitu terbiasa sehingga pembelajarannya belum begitu optimal. Karena itu mau tidak mau siswa dan guru mereka harus beradaptasi dengan cara belajar ini. Banyak siswa dan guru masih bingung bagaimana cara belajar yang efektif guna tercapainya pembelajaran hybrid yang berkualitas dan optimal nantinya.   Berikut beberapa cara agar sukses menerapkan pembelajaran hybrid untuk siswa dan guru:  1. Live event   Live event diartikan sebagai pembelajaran langsung atau tatap muka yang dilakukan secara sinkronous dalam waktu dan tempat yang sama. ini berguna mengoptimalkan dalam belajar ketika belajar secara langsung atau bertatap muka.  2. Self-paced learning   Self-paced learning adalah pembelajaran dengan cara mengkombinasikannya belajar di sekolah dengan belajaran mandiri yang memungkinkan siswa belajar kapan saja dan dimana saja. Itu membuat siswa akan lebih paham nantinya, hal ini juga harus didampingi dengan guru ketika siswa ada kendala dalam belajar secara mandirinya.  3. Collaboration   Collaboration merupakan kolaborasi antara siswa dan guru, juga kolaborasi antar sesama siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini berguna untuk menciptakan kerja sama dan terbentuknya rasa menyenangkan dalam belajar mengajar.  4. Assessment   yaitu pengajar harus bisa meracik kombinasi jenis assessment daring dan luring. Bentuknya bisa berupa tes juga non tes mirip proyek kelas. Hal ini juga berguna agar siswa bisa belajar mandiri atau belajar berkelompok dengan siswa lain.  5. Performance support materials   Performance support materials ialah untuk memastikan bahan pembelajaran yang disiapkan dalam bentuk digital. Hal tersebut agar bahan belajar tersebut dapat dengan mudah diakses oleh siswa, baik secara daring maupun luring.  Lima hal tadi merupakan penerapan teori pembelajaran dari Keller, Gagne, Bloom, Merrill, Clark dan Grey. untuk penerapannya, hybrid learning.   Mungkin itu saja yang bisa kang cimol sarankan perlu diingat juga ketika kita akan menerapkan belajar hybrid atau hybrid learning kita harus mematuhi dan menjaga ketat terhadap kepatuhan terhadap protokol kesehatan, karena itu semua balik lagi untuk kita agar tercipta belajar yang aman dan nyaman serta efektif

Collaboration merupakan kolaborasi antara siswa dan guru, juga kolaborasi antar sesama siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini berguna untuk menciptakan kerja sama dan terbentuknya rasa menyenangkan dalam belajar mengajar.

4. Assessment

Belajar Hybrid adalah pilihan yang efektif di situasi seperti sekarang ini. Dengan adanya virus corona sejak 2019 silam sudah banyak merubah kegiatan di berbagai sektor salah satunya di sektor pendidikan. Untuk menekan dan meminimalisir penyebaran virus Covid-19. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbud) menerapkan kebijakan dengan belajar Hybrid di sekolah.   Tetapi dengan adanya kebijakan belajar secara hybrid ini banyak Siswa dan Guru belum begitu terbiasa sehingga pembelajarannya belum begitu optimal. Karena itu mau tidak mau siswa dan guru mereka harus beradaptasi dengan cara belajar ini. Banyak siswa dan guru masih bingung bagaimana cara belajar yang efektif guna tercapainya pembelajaran hybrid yang berkualitas dan optimal nantinya.   Berikut beberapa cara agar sukses menerapkan pembelajaran hybrid untuk siswa dan guru:  1. Live event   Live event diartikan sebagai pembelajaran langsung atau tatap muka yang dilakukan secara sinkronous dalam waktu dan tempat yang sama. ini berguna mengoptimalkan dalam belajar ketika belajar secara langsung atau bertatap muka.  2. Self-paced learning   Self-paced learning adalah pembelajaran dengan cara mengkombinasikannya belajar di sekolah dengan belajaran mandiri yang memungkinkan siswa belajar kapan saja dan dimana saja. Itu membuat siswa akan lebih paham nantinya, hal ini juga harus didampingi dengan guru ketika siswa ada kendala dalam belajar secara mandirinya.  3. Collaboration   Collaboration merupakan kolaborasi antara siswa dan guru, juga kolaborasi antar sesama siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini berguna untuk menciptakan kerja sama dan terbentuknya rasa menyenangkan dalam belajar mengajar.  4. Assessment   yaitu pengajar harus bisa meracik kombinasi jenis assessment daring dan luring. Bentuknya bisa berupa tes juga non tes mirip proyek kelas. Hal ini juga berguna agar siswa bisa belajar mandiri atau belajar berkelompok dengan siswa lain.  5. Performance support materials   Performance support materials ialah untuk memastikan bahan pembelajaran yang disiapkan dalam bentuk digital. Hal tersebut agar bahan belajar tersebut dapat dengan mudah diakses oleh siswa, baik secara daring maupun luring.  Lima hal tadi merupakan penerapan teori pembelajaran dari Keller, Gagne, Bloom, Merrill, Clark dan Grey. untuk penerapannya, hybrid learning.   Mungkin itu saja yang bisa kang cimol sarankan perlu diingat juga ketika kita akan menerapkan belajar hybrid atau hybrid learning kita harus mematuhi dan menjaga ketat terhadap kepatuhan terhadap protokol kesehatan, karena itu semua balik lagi untuk kita agar tercipta belajar yang aman dan nyaman serta efektif

yaitu pengajar harus bisa meracik kombinasi jenis assessment daring dan luring. Bentuknya bisa berupa tes juga non tes mirip proyek kelas. Hal ini juga berguna agar siswa bisa belajar mandiri atau belajar berkelompok dengan siswa lain.

5. Performance support materials

Belajar Hybrid adalah pilihan yang efektif di situasi seperti sekarang ini. Dengan adanya virus corona sejak 2019 silam sudah banyak merubah kegiatan di berbagai sektor salah satunya di sektor pendidikan. Untuk menekan dan meminimalisir penyebaran virus Covid-19. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbud) menerapkan kebijakan dengan belajar Hybrid di sekolah.   Tetapi dengan adanya kebijakan belajar secara hybrid ini banyak Siswa dan Guru belum begitu terbiasa sehingga pembelajarannya belum begitu optimal. Karena itu mau tidak mau siswa dan guru mereka harus beradaptasi dengan cara belajar ini. Banyak siswa dan guru masih bingung bagaimana cara belajar yang efektif guna tercapainya pembelajaran hybrid yang berkualitas dan optimal nantinya.   Berikut beberapa cara agar sukses menerapkan pembelajaran hybrid untuk siswa dan guru:  1. Live event   Live event diartikan sebagai pembelajaran langsung atau tatap muka yang dilakukan secara sinkronous dalam waktu dan tempat yang sama. ini berguna mengoptimalkan dalam belajar ketika belajar secara langsung atau bertatap muka.  2. Self-paced learning   Self-paced learning adalah pembelajaran dengan cara mengkombinasikannya belajar di sekolah dengan belajaran mandiri yang memungkinkan siswa belajar kapan saja dan dimana saja. Itu membuat siswa akan lebih paham nantinya, hal ini juga harus didampingi dengan guru ketika siswa ada kendala dalam belajar secara mandirinya.  3. Collaboration   Collaboration merupakan kolaborasi antara siswa dan guru, juga kolaborasi antar sesama siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini berguna untuk menciptakan kerja sama dan terbentuknya rasa menyenangkan dalam belajar mengajar.  4. Assessment   yaitu pengajar harus bisa meracik kombinasi jenis assessment daring dan luring. Bentuknya bisa berupa tes juga non tes mirip proyek kelas. Hal ini juga berguna agar siswa bisa belajar mandiri atau belajar berkelompok dengan siswa lain.  5. Performance support materials   Performance support materials ialah untuk memastikan bahan pembelajaran yang disiapkan dalam bentuk digital. Hal tersebut agar bahan belajar tersebut dapat dengan mudah diakses oleh siswa, baik secara daring maupun luring.  Lima hal tadi merupakan penerapan teori pembelajaran dari Keller, Gagne, Bloom, Merrill, Clark dan Grey. untuk penerapannya, hybrid learning.   Mungkin itu saja yang bisa kang cimol sarankan perlu diingat juga ketika kita akan menerapkan belajar hybrid atau hybrid learning kita harus mematuhi dan menjaga ketat terhadap kepatuhan terhadap protokol kesehatan, karena itu semua balik lagi untuk kita agar tercipta belajar yang aman dan nyaman serta efektif

Performance support materials ialah untuk memastikan bahan pembelajaran yang disiapkan dalam bentuk digital. Hal tersebut agar bahan belajar tersebut dapat dengan mudah diakses oleh siswa, baik secara daring maupun luring.

Lima hal tadi merupakan penerapan teori pembelajaran dari Keller, Gagne, Bloom, Merrill, Clark dan Grey. untuk penerapannya, hybrid learning.


BACA JUGA: Siswa Indonesia Siapkah Belajar Hybrid?


Mungkin itu saja yang bisa kang cimol sarankan perlu diingat juga ketika kita akan menerapkan belajar hybrid atau hybrid learning kita harus mematuhi dan menjaga kepatuhan terhadap protokol kesehatan, karena itu semua balik lagi untuk kita agar terciptanya belajar yang aman dan nyaman serta efektif.

Selasa, 10 Agustus 2021

Siswa Indonesia Siapkah Belajar Hybrid?

Sudah hampir tahun tahun pandemi Covid-19 ini masih saja belum usai. Di Indonesia sendiri tercatat sudah 3,69 juta jiwa yang terpapar virus Covid-19 dan sekitar 109 ribu jiwa meninggal dunia (www.covid19.go.id di akses pada 11/08/2021). Dengan adanya peristiwa pandemik Covid-19 ini banyak sektor yang terkena dampaknya termasuk dalam sektor pendidikan.  Pada sistem pendidikan di Indonesia yg dulunya mengandalkan tatap muka, tapi ketika adanya pendemi ini mau tidak mau seluruh siswa harus belajar dari rumah, ini sudah sejak tahun 2020 ketika Covid-19 ini mulai masuk ke Indonesia. Tapi dengan belajar daring atau dalam jaringan banyak pelajar di Indonesia mengeluhkannya karena menurut mereka kurang efektif dan membosankan. maka diperlukan sistem dan kebijakan untuk memperkuat sistem pendidikan di Indonesia agar lebih efektif lagi.    kebijakan kemdikbud Kemdikbud sendiri pada tahun Januari 2021 mengeluarkan kebijakan untuk mengizinkan sekolah kembali menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Kebijakan ini tidak lepas munculnya keluh kesah dari para siswa akibat belajar daring. Tapi dengan kasus di Indonesia yang terus naik hingga sekarang maka akan berisiko jika kebijakan tersebut terus di implementasikan. maka diperlukan sebuah kebijakan yaitu pelajaran hybrid atau hybrid learning.    Hybrid Learning Pembelajaran campuran atau hybrid learning merupakan program pendidikan formal maupun non formal yang memungkinkan siswa belajar melalui konten dan petunjuk yang disampaikan secara daring dengan kendali mandiri terhadap waktu, tempat, urutan, maupun kecepatan belajar. bisa disimpulkan Hybrid learning adalah metode pembelajaran campuran, antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran dalam jaringan (daring).     Menerapkan Hybrid Learning Penerapan hybrid learning sama mirip dengan pembelajaran yang dilakukan selama ini, yaitu dimulai menggunakan persiapan. Persiapan hybrid learning dimulai menggunakan melakukan analisis peserta didik, konteks dan  konten pembelajaran atau perkuliahan. hasil dari analisis ini buat memetakan kompetensi harus dikuasai sang peserta didik melalui tatap muka secara pribadi atau berdikari secara daring. Selanjutnya akibat analisis tersebut dituangkan ke dalam silabus atau planning pembelajaran. pelaksanaan hybrid learning dapat dilaksanakan dengan pembagian peserta pembelajaran dalam satu kelas dibagi menjadi dua shift. buat minggu pertama misal shift A pembelajaran tatap muka shift B pembelajaran secara daring. kebalikannya pada minggu kedua shift A pembelajaran secara daring shift B pembelajaran tatap muka. Pembelajaran tatap muka dilakukan secara pribadi di dalam kelas. Pembelajaran secara daring dilakukan buat memfasilitasi hubungan daring dengan memakai learning management system (LMS), misal Edmodo, Google Classroom, Google Meet, Zoom Meet, Skype, Whatsapp atau media daring lain. Pembelajaran secara daring real time sebaiknya jua disertai tugas mandiri serta terstruktur. evaluasi pembelajaran hybrid learning meliputi evaluasi atau akibat capaian pembelajaran untuk mengukur dominasi kognitif, psikomotorik, dan  afektif. Ujian dapat dilakukan secara tatap muka di sekolah atau dilakukan secara daring.    Kunci Sukses Penerapan Hybrid Learning     Dalam penerapannya, hybrid learning menekankan penerapan Live event, atau diartikan sebagai pembelajaran langsung tatap muka yang dilakukan secara asinkron dalam waktu dan tempat yang sama. Bisa juga waktu yang sama dengan tempat berbeda. Self-paced learning, berarti mengkombinasikannya dengan pembelajaran mandiri yang memungkinkan siswa belajar kapan saja dan dimana saja. Serta harus berkolaborasi antara guru dan siswa, juga kolaborasi antar sesama siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Serta guru harus mampu mengelola kombinasi jenis assessment daring atau luring. Bentuknya bisa berupa tes maupun non tes seperti tugas yang mengasikan. Dan yang terakhir Performance support materials, yaitu agar bahan belajar tersebut dapat dengan mudah diakses oleh siswa, baik secara daring maupun luring.        Jadi secara garis besar Indonesia siap untuk melakukan hybrid learning untuk kedepan dengan cara tersebut diharapkan pelajar indonesia lebih aktif dan semangat lagi untuk belajar nantinya, dan diperlukan juga peran dari siswa guru serta orang tua untuk saling menguatkan dalam mengga protokol kesehatan ketikan menjalankan hybrid learning ini karena sistem pelajaran ini cukup potensial dan efektif ketika padmi ini.

Sudah hampir tahun tahun pandemi Covid-19 ini masih saja belum usai. Di Indonesia sendiri tercatat sudah 3,69 juta jiwa yang terpapar virus Covid-19 dan sekitar 109 ribu jiwa meninggal dunia (www.covid19.go.id di akses pada 11/08/2021). Dengan adanya peristiwa pandemik Covid-19 ini banyak sektor yang terkena dampaknya termasuk dalam sektor pendidikan.

Pada sistem pendidikan di Indonesia yg dulunya mengandalkan tatap muka, tapi ketika adanya pendemi ini mau tidak mau seluruh siswa harus belajar dari rumah, ini sudah sejak tahun 2020 ketika Covid-19 ini mulai masuk ke Indonesia. Tapi dengan belajar daring atau dalam jaringan banyak pelajar di Indonesia mengeluhkannya karena menurut mereka kurang efektif dan membosankan. maka diperlukan sistem dan kebijakan untuk memperkuat sistem pendidikan di Indonesia agar lebih efektif lagi.


kebijakan kemdikbud

Kemdikbud sendiri pada tahun Januari 2021 mengeluarkan kebijakan untuk mengizinkan sekolah kembali menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Kebijakan ini tidak lepas munculnya keluh kesah dari para siswa akibat belajar daring. Tapi dengan kasus di Indonesia yang terus naik hingga sekarang maka akan berisiko jika kebijakan tersebut terus di implementasikan. maka diperlukan sebuah kebijakan yaitu pelajaran hybrid atau hybrid learning.


Hybrid Learning

Pembelajaran campuran atau hybrid learning merupakan program pendidikan formal maupun non formal yang memungkinkan siswa belajar melalui konten dan petunjuk yang disampaikan secara daring dengan kendali mandiri terhadap waktu, tempat, urutan, maupun kecepatan belajar. bisa disimpulkan Hybrid learning adalah metode pembelajaran campuran, antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran dalam jaringan (daring).


BACA JUGA: Cara Sukses Menerapkan Belajar Hybrid Untuk Siswa dan Guru


Menerapkan Hybrid Learning

Penerapan hybrid learning sama mirip dengan pembelajaran yang dilakukan selama ini, yaitu dimulai menggunakan persiapan. Persiapan hybrid learning dimulai menggunakan melakukan analisis peserta didik, konteks dan  konten pembelajaran atau perkuliahan. hasil dari analisis ini buat memetakan kompetensi harus dikuasai sang peserta didik melalui tatap muka secara pribadi atau berdikari secara daring. Selanjutnya akibat analisis tersebut dituangkan ke dalam silabus atau planning pembelajaran. pelaksanaan hybrid learning dapat dilaksanakan dengan pembagian peserta pembelajaran dalam satu kelas dibagi menjadi dua shift. buat minggu pertama misal shift A pembelajaran tatap muka shift B pembelajaran secara daring. kebalikannya pada minggu kedua shift A pembelajaran secara daring shift B pembelajaran tatap muka. Pembelajaran tatap muka dilakukan secara pribadi di dalam kelas. Pembelajaran secara daring dilakukan buat memfasilitasi hubungan daring dengan memakai learning management system (LMS), misal Edmodo, Google Classroom, Google Meet, Zoom Meet, Skype, Whatsapp atau media daring lain. Pembelajaran secara daring real time sebaiknya jua disertai tugas mandiri serta terstruktur. evaluasi pembelajaran hybrid learning meliputi evaluasi atau akibat capaian pembelajaran untuk mengukur dominasi kognitif, psikomotorik, dan  afektif. Ujian dapat dilakukan secara tatap muka di sekolah atau dilakukan secara daring.


Kunci Sukses Penerapan Hybrid Learning

    Dalam penerapannya, hybrid learning menekankan penerapan Live event, atau diartikan sebagai pembelajaran langsung tatap muka yang dilakukan secara asinkron dalam waktu dan tempat yang sama. Bisa juga waktu yang sama dengan tempat berbeda. Self-paced learning, berarti mengkombinasikannya dengan pembelajaran mandiri yang memungkinkan siswa belajar kapan saja dan dimana saja. Serta harus berkolaborasi antara guru dan siswa, juga kolaborasi antar sesama siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Serta guru harus mampu mengelola kombinasi jenis assessment daring atau luring. Bentuknya bisa berupa tes maupun non tes seperti tugas yang mengasikan. Dan yang terakhir Performance support materials, yaitu agar bahan belajar tersebut dapat dengan mudah diakses oleh siswa, baik secara daring maupun luring.


    Jadi secara garis besar Indonesia siap untuk melakukan hybrid learning untuk kedepan dengan cara tersebut diharapkan pelajar indonesia lebih aktif dan semangat lagi untuk belajar nantinya, dan diperlukan juga peran dari siswa guru serta orang tua untuk saling menguatkan dalam mengga protokol kesehatan ketikan menjalankan hybrid learning ini karena sistem pelajaran ini cukup potensial dan efektif ketika padmi ini.