Serba Tahu 99: Kuliah
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 November 2021

5 Pekerjaan yang akan tergantikan di masa depan

Di dunia yang serba cepat dan dinamis ini kemajuan teknologi dan teknologi informasi meningkat pesat dari waktu ke waktu. Di era Revolusi Industri 4.0, kita semua perlu bekerja secara efektif dan efisien guna mempermudah kehidupan kita. Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan teknologi memberikan dampak yang cukup besar bagi kehidupan manusia. Kenyamanan yang diberikan teknologi membuatnya lebih mudah daripada sebelumnya ketika tidak menggunakan teknologi.  Terlepas dari banyak kemudahan yang ditawarkan  teknologi, seperti otomatisasi dan kecerdasan buatan,  perkembangan teknologi di atas juga membawa dampak negatif bagi manusia. Hal ini karena beberapa bidang pekerjaan dapat tergantikan karena hadirnya teknologi. Mungkin akan ada beberapa profesi yang akan diambil alih dan digantikan oleh keberadaan teknologi. Berikut adalah 5 Pekerjaan yang akan tergantikan dengan adanya teknologi di masa depan:  1. Kasir   Anda pernah melihat sistem pembayaran self check out stations di beberapa mall,  hal ini  tidak jarang terjadi. Seseorang masih bertanggung jawab, tetapi tidak ada kasir. Dengan beberapa teknologi canggih, Kasir AI  dapat bekerja  24 jam sehari, 7 hari tanpa  kehidupan pribadi yang dramatis atau mengeluh kelelahan di lingkungan kerja. Robot dan teknologi diperkirakan akan menggantikan 67,5 juta pekerja ritel dalam dekade berikutnya. Ini adalah hasil survei yang dilakukan oleh penyedia jasa keuangan Cornerstone Capital Group.    Jumlah ini mengancam setidaknya 38 juta, atau 16 juta. Sebagai hasil dari otomatisasi ini, persentase kehilangan pekerjaan  bisa lebih tinggi di ritel daripada di manufaktur. Proses otomatis di toko ritel mempengaruhi proses pembayaran otomatis atas nama kasir.  Fakta:  Pada tahun 2016, sekitar 3.541.010 orang dipekerjakan sebagai kasir. Tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan Kasir untuk  2024 adalah 2%.  2. Supir   Selanjutnya kemungkinan pekerjaan yang akan tergantikan oleh mesin adalah supir seperti supir taksi, bus, truk bahkan pilot pesawat bisa terancam dan tergantikan oleh teknologi. Mobil self-driving akan mengambil alih  pengemudi dan Anda dapat terus bekerja bahkan jika Anda sedang istirahat. Sudah banyak teknologi kendaraan yang bisa melaju secara otomatis.  Jadi tidak perlu menunggu puluhan tahun untuk menunggu tergantikan karena sudah banyak perusahaan mobil dunia mengeluarkan teknologi automatic drive. Saat ini, hampir setiap pembuat mobil bersaing untuk mendapatkan teknik listrik yang dapat mengemudi sendiri. Mengemudi di masa depan tampaknya akan jauh lebih mudah.  3. Pengantar surat/Paket   Pekerja pengantar surat atau pengantar pos Jumlahnya semakin menurun dari hari ke hari karena beberapa alasan. Perusahaan swasta seperti JNE, TIKI, Gosend, Grabdeliver, Wahana, UPS dan FedEx ambil bagian dalam pekerjaan operator surat. Namun yang terpenting adalah perkembangan teknologi.    Anda dapat menerima dokumen, data, dan balasan melalui email  tanpa harus menunggu pengirim surat tiba, sehingga tidak memerlukan komunikasi fisik. Dari segi efisiensi dan efektifitas, hal ini sangat berguna bagi masyarakat dalam hal pekerjaan dan hal-hal yang membutuhkan dokumen dan informasi secara cepat. Sementara itu, operator surat tidak bisa melakukan itu.    Fakta:  Sekitar 676.990 orang dipekerjakan di posisi ini pada tahun 2016  Tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan untuk posisi ini adalah 2% pada tahun 2024  4. Pustakawan   Harga ebook yang cenderung jauh lebih murah dari buku  fisik menjadi ancaman bagi para pekerja ini. Selain itu, karena Anda hanya perlu membuka ebook di ponsel cerdas, Anda akan merasa nyaman tanpa pergi ke perpustakaan atau toko buku. Serta di beberapa perusahaan mempekerjakan pustakawan dianggap boros dan berulang. Serta lebih menguntukan robot dalam mempekerjakannya.    Fakta: Sekitar 129.350  dipekerjakan sebagai pustakawan pada  2016. Tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan untuk pustakawan pada  2024 adalah 2%.  5. Tukang Parkir Dan yang terakhir adalah Tukang Parkir yang kemungkinan di masa depan akan tergantikan. Tukang parkir atau juru parkir sering ditemukan di beberapa  toko dan minimarket. Namun karena pemerintah mewajibkan parkir gratis, petugas parkir hanya tersedia di lokasi tertentu. Sementara itu, tempat parkir semakin banyak digunakan di berbagai kota menggunakan parkir otomatis sehingga para perparkiran kemungkinan besar di masa depan tergantikan oleh robot otomatis.  Fakta: Sekitar 146.350 orang dipekerjakan sebagai penjaga parkir pada tahun  2016. Tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan untuk penjaga parkir pada tahun  2024 adalah 4%.  Gimana nih menurut sobat serba tahu kira-kira ada yang lain ga ya, yang kemungkinan pekerjaan di masa depan akan tergantikan terkhusu oleh mesin/robot?

Di dunia yang serba cepat dan dinamis ini kemajuan teknologi dan teknologi informasi meningkat pesat dari waktu ke waktu. Di era Revolusi Industri 4.0, kita semua perlu bekerja secara efektif dan efisien guna mempermudah kehidupan kita. Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan teknologi memberikan dampak yang cukup besar bagi kehidupan manusia. Kenyamanan yang diberikan teknologi membuatnya lebih mudah daripada sebelumnya ketika tidak menggunakan teknologi.

Terlepas dari banyak kemudahan yang ditawarkan  teknologi, seperti otomatisasi dan kecerdasan buatan,  perkembangan teknologi di atas juga membawa dampak negatif bagi manusia. Hal ini karena beberapa bidang pekerjaan dapat tergantikan karena hadirnya teknologi. Mungkin akan ada beberapa profesi yang akan diambil alih dan digantikan oleh keberadaan teknologi. Berikut adalah 5 Pekerjaan yang akan tergantikan dengan adanya teknologi di masa depan:

1. Kasir

Anda pernah melihat sistem pembayaran self check out stations di beberapa mall,  hal ini  tidak jarang terjadi. Seseorang masih bertanggung jawab, tetapi tidak ada kasir. Dengan beberapa teknologi canggih, Kasir AI  dapat bekerja  24 jam sehari, 7 hari tanpa  kehidupan pribadi yang dramatis atau mengeluh kelelahan di lingkungan kerja. Robot dan teknologi diperkirakan akan menggantikan 67,5 juta pekerja ritel dalam dekade berikutnya. Ini adalah hasil survei yang dilakukan oleh penyedia jasa keuangan Cornerstone Capital Group.    Jumlah ini mengancam setidaknya 38 juta, atau 16 juta. Sebagai hasil dari otomatisasi ini, persentase kehilangan pekerjaan  bisa lebih tinggi di ritel daripada di manufaktur. Proses otomatis di toko ritel mempengaruhi proses pembayaran otomatis atas nama kasir.  Fakta:  Pada tahun 2016, sekitar 3.541.010 orang dipekerjakan sebagai kasir. Tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan Kasir untuk  2024 adalah 2%.

Anda pernah melihat sistem pembayaran self check out stations di beberapa mall,  hal ini  tidak jarang terjadi. Seseorang masih bertanggung jawab, tetapi tidak ada kasir. Dengan beberapa teknologi canggih, Kasir AI  dapat bekerja  24 jam sehari, 7 hari tanpa  kehidupan pribadi yang dramatis atau mengeluh kelelahan di lingkungan kerja. Robot dan teknologi diperkirakan akan menggantikan 67,5 juta pekerja ritel dalam dekade berikutnya. Ini adalah hasil survei yang dilakukan oleh penyedia jasa keuangan Cornerstone Capital Group.


Jumlah ini mengancam setidaknya 38 juta, atau 16 juta. Sebagai hasil dari otomatisasi ini, persentase kehilangan pekerjaan  bisa lebih tinggi di ritel daripada di manufaktur. Proses otomatis di toko ritel mempengaruhi proses pembayaran otomatis atas nama kasir.

Fakta:

  • Pada tahun 2016, sekitar 3.541.010 orang dipekerjakan sebagai kasir. Tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan Kasir untuk  2024 adalah 2%.

2. Supir

Selanjutnya kemungkinan pekerjaan yang akan tergantikan oleh mesin adalah supir seperti supir taksi, bus, truk bahkan pilot pesawat bisa terancam dan tergantikan oleh teknologi. Mobil self-driving akan mengambil alih  pengemudi dan Anda dapat terus bekerja bahkan jika Anda sedang istirahat. Sudah banyak teknologi kendaraan yang bisa melaju secara otomatis.  Jadi tidak perlu menunggu puluhan tahun untuk menunggu tergantikan karena sudah banyak perusahaan mobil dunia mengeluarkan teknologi automatic drive. Saat ini, hampir setiap pembuat mobil bersaing untuk mendapatkan teknik listrik yang dapat mengemudi sendiri. Mengemudi di masa depan tampaknya akan jauh lebih mudah.

Selanjutnya kemungkinan pekerjaan yang akan tergantikan oleh mesin adalah supir seperti supir taksi, bus, truk bahkan pilot pesawat bisa terancam dan tergantikan oleh teknologi. Mobil self-driving akan mengambil alih  pengemudi dan Anda dapat terus bekerja bahkan jika Anda sedang istirahat. Sudah banyak teknologi kendaraan yang bisa melaju secara otomatis.

Jadi tidak perlu menunggu puluhan tahun untuk menunggu tergantikan karena sudah banyak perusahaan mobil dunia mengeluarkan teknologi automatic drive. Saat ini, hampir setiap pembuat mobil bersaing untuk mendapatkan teknik listrik yang dapat mengemudi sendiri. Mengemudi di masa depan tampaknya akan jauh lebih mudah.

3. Pengantar surat/Paket

Pekerja pengantar surat atau pengantar pos Jumlahnya semakin menurun dari hari ke hari karena beberapa alasan. Perusahaan swasta seperti JNE, TIKI, Gosend, Grabdeliver, Wahana, UPS dan FedEx ambil bagian dalam pekerjaan operator surat. Namun yang terpenting adalah perkembangan teknologi.    Anda dapat menerima dokumen, data, dan balasan melalui email  tanpa harus menunggu pengirim surat tiba, sehingga tidak memerlukan komunikasi fisik. Dari segi efisiensi dan efektifitas, hal ini sangat berguna bagi masyarakat dalam hal pekerjaan dan hal-hal yang membutuhkan dokumen dan informasi secara cepat. Sementara itu, operator surat tidak bisa melakukan itu.    Fakta:  Sekitar 676.990 orang dipekerjakan di posisi ini pada tahun 2016  Tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan untuk posisi ini adalah 2% pada tahun 2024

Pekerja pengantar surat atau pengantar pos Jumlahnya semakin menurun dari hari ke hari karena beberapa alasan. Perusahaan swasta seperti JNE, TIKI, Gosend, Grabdeliver, Wahana, UPS dan FedEx ambil bagian dalam pekerjaan operator surat. Namun yang terpenting adalah perkembangan teknologi.


Anda dapat menerima dokumen, data, dan balasan melalui email  tanpa harus menunggu pengirim surat tiba, sehingga tidak memerlukan komunikasi fisik. Dari segi efisiensi dan efektifitas, hal ini sangat berguna bagi masyarakat dalam hal pekerjaan dan hal-hal yang membutuhkan dokumen dan informasi secara cepat. Sementara itu, operator surat tidak bisa melakukan itu.


Fakta:

  • Sekitar 676.990 orang dipekerjakan di posisi ini pada tahun 2016

  • Tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan untuk posisi ini adalah 2% pada tahun 2024

4. Pustakawan

Harga ebook yang cenderung jauh lebih murah dari buku  fisik menjadi ancaman bagi para pekerja ini. Selain itu, karena Anda hanya perlu membuka ebook di ponsel cerdas, Anda akan merasa nyaman tanpa pergi ke perpustakaan atau toko buku. Serta di beberapa perusahaan mempekerjakan pustakawan dianggap boros dan berulang. Serta lebih menguntukan robot dalam mempekerjakannya.    Fakta: Sekitar 129.350  dipekerjakan sebagai pustakawan pada  2016. Tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan untuk pustakawan pada  2024 adalah 2%.

Harga ebook yang cenderung jauh lebih murah dari buku  fisik menjadi ancaman bagi para pekerja ini. Selain itu, karena Anda hanya perlu membuka ebook di ponsel cerdas, Anda akan merasa nyaman tanpa pergi ke perpustakaan atau toko buku. Serta di beberapa perusahaan mempekerjakan pustakawan dianggap boros dan berulang. Serta lebih menguntukan robot dalam mempekerjakannya.


Fakta: Sekitar 129.350  dipekerjakan sebagai pustakawan pada

  • 2016. Tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan untuk pustakawan pada

  • 2024 adalah 2%.

5. Tukang Parkir

Dan yang terakhir adalah Tukang Parkir yang kemungkinan di masa depan akan tergantikan. Tukang parkir atau juru parkir sering ditemukan di beberapa  toko dan minimarket. Namun karena pemerintah mewajibkan parkir gratis, petugas parkir hanya tersedia di lokasi tertentu. Sementara itu, tempat parkir semakin banyak digunakan di berbagai kota menggunakan parkir otomatis sehingga para perparkiran kemungkinan besar di masa depan tergantikan oleh robot otomatis.

Fakta: Sekitar 146.350 orang dipekerjakan sebagai penjaga parkir pada tahun

  • 2016. Tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan untuk penjaga parkir pada tahun

  • 2024 adalah 4%.

Gimana nih menurut sobat serba tahu kira-kira ada yang lain ga ya, yang kemungkinan pekerjaan di masa depan akan tergantikan terkhusu oleh mesin/robot?

Selasa, 14 September 2021

Penggunaan Automatic Identification System (AIS) Pada Kapal Untuk Transportasi Laut yang Lebih Aman

Kecelakaan transportasi laut belakangan ini sering terjadi, mulai dari kecelakaan yang baru-baru ini terjadi yaitu kapal KM Karya Indah pada 29 Mei 2021 dan juga tragedi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402, yang berakibat gugurnya 53 awak kapal, pada 24 April 2021. Berdasarkan data sejak tahun 2020 sampai sekarang terdapat sekitar 20 kasus lebih kecelakaan pada transportasi air laut. Sebagian kecelakaan tersebut berkaitan dengan fasilitas dan pipa yang ada di bawah laut. Karena kurang optimalnya radar navigasi pada kapal.

Automatic Identification System (AIS) sendiri merupakan sebuah navigasi untuk pelacakan otomatis pada kapal melalui layar display monitor, AIS berfungsi untuk menampilkan keberadaan kapal lain di sekitarnya. AIS bekerja pada frekuensi maritim 161,975 MHz dan 162,025 MHz sesuai dengan Internasional Maritime Organization (IMO). Data yang bisa  ditampilkan oleh AIS antara lain, nama dan jenis kapal, tanda panggilan (call sign), kebangsaan kapal, Maritime Mobile Services Identities (MMSI), International Maritime Organization (IMO) Number, bobot kapal, data spesifikasi kapal, status navigasi, titik koordinat kapal, tujuan berlayar dengan perkiraan waktu tiba, kecepatan dan haluan kapal.


Kecelakaan transportasi laut belakangan ini sering terjadi, mulai dari kecelakaan yang baru-baru ini terjadi yaitu kapal KM Karya Indah pada 29 Mei 2021 dan juga tragedi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402, yang berakibat gugurnya 53 awak kapal, pada 24 April 2021. Berdasarkan data sejak tahun 2020 sampai sekarang terdapat sekitar 20 kasus lebih kecelakaan pada transportasi air laut. Sebagian kecelakaan tersebut berkaitan dengan fasilitas dan pipa yang ada di bawah laut. Karena kurang optimalnya radar navigasi pada kapal.  Automatic Identification System (AIS) sendiri merupakan sebuah navigasi untuk pelacakan otomatis pada kapal melalui layar display monitor, AIS berfungsi untuk menampilkan keberadaan kapal lain di sekitarnya. AIS bekerja pada frekuensi maritim 161,975 MHz dan 162,025 MHz sesuai dengan Internasional Maritime Organization (IMO). Data yang bisa  ditampilkan oleh AIS antara lain, nama dan jenis kapal, tanda panggilan (call sign), kebangsaan kapal, Maritime Mobile Services Identities (MMSI), International Maritime Organization (IMO) Number, bobot kapal, data spesifikasi kapal, status navigasi, titik koordinat kapal, tujuan berlayar dengan perkiraan waktu tiba, kecepatan dan haluan kapal.     Sumber Gambar: wikipedia.org     Dengan adanya teknologi AIS pada kapal diharapkan bisa membantu para awak kapal/Nakhoda untuk mengetahui koordinat kapal mereka maupun kapal lain yang sedang melintas, diman ini bisa mencegah terjadinya kecelakaan di laut terkhusus pada transportasi air. AIS juga dapat dimaksudkan untuk membantu petugas otoritas maritim untuk melacak dan memantau pergerakan kapal. Ini juga berguna untuk melacak kapal ilegal yang masuk perairan. Kapal yang dilengkapi dengan AIS dapat dilacak oleh stasiun pangkalan. Guna mencegah kapal asing masuk ke perikan kita dan juga mencegah terjadinya illegal fishing di periran Indonesia. Sistem AIS juga terbukti handal beroperasi pada cuaca buruk dibandingkan sistem Radar.  The International Maritime Organization (IMO) sendiri menyatakan kewajiban menggunakan Automatic Identification System (AIS) yang berfungsi sebagai sistem pelacakan otomatis untuk menghindari tabrakan kapal. Kewajiban tersebut terutama untuk  kapal diatas 300 GT. Dan pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 7 Tahun 2019 tentang Pemasangan dan Pengaktifan Sistem Identifikasi Otomatis Bagi Kapal yang Berlayar di Wilayah Perairan Indonesia. Dimana setiap kapal berbendera Indonesia dan kapal asing yang berlayar di wilayah Perairan Indonesia wajib memasang dan mengaktifkan Sistem Identifikasi Otomatis atau Automatic Identification System (AIS).  Terdapat 2 (dua) jenis AIS yaitu AIS kelas A dan AIS kelas B. AIS kelas A wajib dipasang dan diaktifkan pada Kapal Berbendera Indonesia yang memenuhi persyaratan Konvensi Safety of Life at Sea (SOLAS) saat berlayar di Perairan Indonesia. Sementara AIS Kelas B wajib dipasang dan diaktifkan pada kapal berbendera Indonesia yang meliputi kapal penumpang dan kapal barang non konvensi dengan ukuran paling rendah GT 35. Perbedaan AIS kelas A dan AIS kelas B yang paling menonjol adalah pada harganya. Harga AIS kelas A jauh lebih mahal dibanding AIS kelas B. Sedangkan dalam cara kerjanya, keduanya hampir sama. Hanya terdapat perbedaan yaitu AIS kelas A mampu mengirimkan data yang lebih statis dan dinamis.

Sumber Gambar: wikipedia.org

 

Dengan adanya teknologi AIS pada kapal diharapkan bisa membantu para awak kapal/Nakhoda untuk mengetahui koordinat kapal mereka maupun kapal lain yang sedang melintas, diman ini bisa mencegah terjadinya kecelakaan di laut terkhusus pada transportasi air. AIS juga dapat dimaksudkan untuk membantu petugas otoritas maritim untuk melacak dan memantau pergerakan kapal. Ini juga berguna untuk melacak kapal ilegal yang masuk perairan. Kapal yang dilengkapi dengan AIS dapat dilacak oleh stasiun pangkalan. Guna mencegah kapal asing masuk ke perikan kita dan juga mencegah terjadinya illegal fishing di periran Indonesia. Sistem AIS juga terbukti handal beroperasi pada cuaca buruk dibandingkan sistem Radar.

The International Maritime Organization (IMO) sendiri menyatakan kewajiban menggunakan Automatic Identification System (AIS) yang berfungsi sebagai sistem pelacakan otomatis untuk menghindari tabrakan kapal. Kewajiban tersebut terutama untuk  kapal diatas 300 GT. Dan pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 7 Tahun 2019 tentang Pemasangan dan Pengaktifan Sistem Identifikasi Otomatis Bagi Kapal yang Berlayar di Wilayah Perairan Indonesia. Dimana setiap kapal berbendera Indonesia dan kapal asing yang berlayar di wilayah Perairan Indonesia wajib memasang dan mengaktifkan Sistem Identifikasi Otomatis atau Automatic Identification System (AIS).

Terdapat 2 (dua) jenis AIS yaitu AIS kelas A dan AIS kelas B. AIS kelas A wajib dipasang dan diaktifkan pada Kapal Berbendera Indonesia yang memenuhi persyaratan Konvensi Safety of Life at Sea (SOLAS) saat berlayar di Perairan Indonesia. Sementara AIS Kelas B wajib dipasang dan diaktifkan pada kapal berbendera Indonesia yang meliputi kapal penumpang dan kapal barang non konvensi dengan ukuran paling rendah GT 35. Perbedaan AIS kelas A dan AIS kelas B yang paling menonjol adalah pada harganya. Harga AIS kelas A jauh lebih mahal dibanding AIS kelas B. Sedangkan dalam cara kerjanya, keduanya hampir sama. Hanya terdapat perbedaan yaitu AIS kelas A mampu mengirimkan data yang lebih statis dan dinamis.

Selasa, 10 Agustus 2021

Siswa Indonesia Siapkah Belajar Hybrid?

Sudah hampir tahun tahun pandemi Covid-19 ini masih saja belum usai. Di Indonesia sendiri tercatat sudah 3,69 juta jiwa yang terpapar virus Covid-19 dan sekitar 109 ribu jiwa meninggal dunia (www.covid19.go.id di akses pada 11/08/2021). Dengan adanya peristiwa pandemik Covid-19 ini banyak sektor yang terkena dampaknya termasuk dalam sektor pendidikan.  Pada sistem pendidikan di Indonesia yg dulunya mengandalkan tatap muka, tapi ketika adanya pendemi ini mau tidak mau seluruh siswa harus belajar dari rumah, ini sudah sejak tahun 2020 ketika Covid-19 ini mulai masuk ke Indonesia. Tapi dengan belajar daring atau dalam jaringan banyak pelajar di Indonesia mengeluhkannya karena menurut mereka kurang efektif dan membosankan. maka diperlukan sistem dan kebijakan untuk memperkuat sistem pendidikan di Indonesia agar lebih efektif lagi.    kebijakan kemdikbud Kemdikbud sendiri pada tahun Januari 2021 mengeluarkan kebijakan untuk mengizinkan sekolah kembali menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Kebijakan ini tidak lepas munculnya keluh kesah dari para siswa akibat belajar daring. Tapi dengan kasus di Indonesia yang terus naik hingga sekarang maka akan berisiko jika kebijakan tersebut terus di implementasikan. maka diperlukan sebuah kebijakan yaitu pelajaran hybrid atau hybrid learning.    Hybrid Learning Pembelajaran campuran atau hybrid learning merupakan program pendidikan formal maupun non formal yang memungkinkan siswa belajar melalui konten dan petunjuk yang disampaikan secara daring dengan kendali mandiri terhadap waktu, tempat, urutan, maupun kecepatan belajar. bisa disimpulkan Hybrid learning adalah metode pembelajaran campuran, antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran dalam jaringan (daring).     Menerapkan Hybrid Learning Penerapan hybrid learning sama mirip dengan pembelajaran yang dilakukan selama ini, yaitu dimulai menggunakan persiapan. Persiapan hybrid learning dimulai menggunakan melakukan analisis peserta didik, konteks dan  konten pembelajaran atau perkuliahan. hasil dari analisis ini buat memetakan kompetensi harus dikuasai sang peserta didik melalui tatap muka secara pribadi atau berdikari secara daring. Selanjutnya akibat analisis tersebut dituangkan ke dalam silabus atau planning pembelajaran. pelaksanaan hybrid learning dapat dilaksanakan dengan pembagian peserta pembelajaran dalam satu kelas dibagi menjadi dua shift. buat minggu pertama misal shift A pembelajaran tatap muka shift B pembelajaran secara daring. kebalikannya pada minggu kedua shift A pembelajaran secara daring shift B pembelajaran tatap muka. Pembelajaran tatap muka dilakukan secara pribadi di dalam kelas. Pembelajaran secara daring dilakukan buat memfasilitasi hubungan daring dengan memakai learning management system (LMS), misal Edmodo, Google Classroom, Google Meet, Zoom Meet, Skype, Whatsapp atau media daring lain. Pembelajaran secara daring real time sebaiknya jua disertai tugas mandiri serta terstruktur. evaluasi pembelajaran hybrid learning meliputi evaluasi atau akibat capaian pembelajaran untuk mengukur dominasi kognitif, psikomotorik, dan  afektif. Ujian dapat dilakukan secara tatap muka di sekolah atau dilakukan secara daring.    Kunci Sukses Penerapan Hybrid Learning     Dalam penerapannya, hybrid learning menekankan penerapan Live event, atau diartikan sebagai pembelajaran langsung tatap muka yang dilakukan secara asinkron dalam waktu dan tempat yang sama. Bisa juga waktu yang sama dengan tempat berbeda. Self-paced learning, berarti mengkombinasikannya dengan pembelajaran mandiri yang memungkinkan siswa belajar kapan saja dan dimana saja. Serta harus berkolaborasi antara guru dan siswa, juga kolaborasi antar sesama siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Serta guru harus mampu mengelola kombinasi jenis assessment daring atau luring. Bentuknya bisa berupa tes maupun non tes seperti tugas yang mengasikan. Dan yang terakhir Performance support materials, yaitu agar bahan belajar tersebut dapat dengan mudah diakses oleh siswa, baik secara daring maupun luring.        Jadi secara garis besar Indonesia siap untuk melakukan hybrid learning untuk kedepan dengan cara tersebut diharapkan pelajar indonesia lebih aktif dan semangat lagi untuk belajar nantinya, dan diperlukan juga peran dari siswa guru serta orang tua untuk saling menguatkan dalam mengga protokol kesehatan ketikan menjalankan hybrid learning ini karena sistem pelajaran ini cukup potensial dan efektif ketika padmi ini.

Sudah hampir tahun tahun pandemi Covid-19 ini masih saja belum usai. Di Indonesia sendiri tercatat sudah 3,69 juta jiwa yang terpapar virus Covid-19 dan sekitar 109 ribu jiwa meninggal dunia (www.covid19.go.id di akses pada 11/08/2021). Dengan adanya peristiwa pandemik Covid-19 ini banyak sektor yang terkena dampaknya termasuk dalam sektor pendidikan.

Pada sistem pendidikan di Indonesia yg dulunya mengandalkan tatap muka, tapi ketika adanya pendemi ini mau tidak mau seluruh siswa harus belajar dari rumah, ini sudah sejak tahun 2020 ketika Covid-19 ini mulai masuk ke Indonesia. Tapi dengan belajar daring atau dalam jaringan banyak pelajar di Indonesia mengeluhkannya karena menurut mereka kurang efektif dan membosankan. maka diperlukan sistem dan kebijakan untuk memperkuat sistem pendidikan di Indonesia agar lebih efektif lagi.


kebijakan kemdikbud

Kemdikbud sendiri pada tahun Januari 2021 mengeluarkan kebijakan untuk mengizinkan sekolah kembali menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Kebijakan ini tidak lepas munculnya keluh kesah dari para siswa akibat belajar daring. Tapi dengan kasus di Indonesia yang terus naik hingga sekarang maka akan berisiko jika kebijakan tersebut terus di implementasikan. maka diperlukan sebuah kebijakan yaitu pelajaran hybrid atau hybrid learning.


Hybrid Learning

Pembelajaran campuran atau hybrid learning merupakan program pendidikan formal maupun non formal yang memungkinkan siswa belajar melalui konten dan petunjuk yang disampaikan secara daring dengan kendali mandiri terhadap waktu, tempat, urutan, maupun kecepatan belajar. bisa disimpulkan Hybrid learning adalah metode pembelajaran campuran, antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran dalam jaringan (daring).


BACA JUGA: Cara Sukses Menerapkan Belajar Hybrid Untuk Siswa dan Guru


Menerapkan Hybrid Learning

Penerapan hybrid learning sama mirip dengan pembelajaran yang dilakukan selama ini, yaitu dimulai menggunakan persiapan. Persiapan hybrid learning dimulai menggunakan melakukan analisis peserta didik, konteks dan  konten pembelajaran atau perkuliahan. hasil dari analisis ini buat memetakan kompetensi harus dikuasai sang peserta didik melalui tatap muka secara pribadi atau berdikari secara daring. Selanjutnya akibat analisis tersebut dituangkan ke dalam silabus atau planning pembelajaran. pelaksanaan hybrid learning dapat dilaksanakan dengan pembagian peserta pembelajaran dalam satu kelas dibagi menjadi dua shift. buat minggu pertama misal shift A pembelajaran tatap muka shift B pembelajaran secara daring. kebalikannya pada minggu kedua shift A pembelajaran secara daring shift B pembelajaran tatap muka. Pembelajaran tatap muka dilakukan secara pribadi di dalam kelas. Pembelajaran secara daring dilakukan buat memfasilitasi hubungan daring dengan memakai learning management system (LMS), misal Edmodo, Google Classroom, Google Meet, Zoom Meet, Skype, Whatsapp atau media daring lain. Pembelajaran secara daring real time sebaiknya jua disertai tugas mandiri serta terstruktur. evaluasi pembelajaran hybrid learning meliputi evaluasi atau akibat capaian pembelajaran untuk mengukur dominasi kognitif, psikomotorik, dan  afektif. Ujian dapat dilakukan secara tatap muka di sekolah atau dilakukan secara daring.


Kunci Sukses Penerapan Hybrid Learning

    Dalam penerapannya, hybrid learning menekankan penerapan Live event, atau diartikan sebagai pembelajaran langsung tatap muka yang dilakukan secara asinkron dalam waktu dan tempat yang sama. Bisa juga waktu yang sama dengan tempat berbeda. Self-paced learning, berarti mengkombinasikannya dengan pembelajaran mandiri yang memungkinkan siswa belajar kapan saja dan dimana saja. Serta harus berkolaborasi antara guru dan siswa, juga kolaborasi antar sesama siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Serta guru harus mampu mengelola kombinasi jenis assessment daring atau luring. Bentuknya bisa berupa tes maupun non tes seperti tugas yang mengasikan. Dan yang terakhir Performance support materials, yaitu agar bahan belajar tersebut dapat dengan mudah diakses oleh siswa, baik secara daring maupun luring.


    Jadi secara garis besar Indonesia siap untuk melakukan hybrid learning untuk kedepan dengan cara tersebut diharapkan pelajar indonesia lebih aktif dan semangat lagi untuk belajar nantinya, dan diperlukan juga peran dari siswa guru serta orang tua untuk saling menguatkan dalam mengga protokol kesehatan ketikan menjalankan hybrid learning ini karena sistem pelajaran ini cukup potensial dan efektif ketika padmi ini.